• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sosok Gigih Sumarni, Motor Kebangkitan Para Ibu di Tengah Pandemi Covid-19

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 Maret 2021 - 23:17
in Gaya Hidup
indoposco

Sumarni (54) dengan tanaman lidah buaya di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. Foto : Dompet Dhuafa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ada yang berbeda ketika memasuki pemukiman di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta. Sepanjang jalan pedesaan itu, berjejer banyak tumbuhan Aloe Vera, atau banyak disebut warga dengan tumbuhan lidah buaya. Kebun warga, ladang pertanian, hingga teras rumah warga dipenuhi dengan tanaman tersebut. Tampak asri, Desa Katongan pun kini terkenal dengan sebutan Desa Aloe Vera.

Tiap pekan, desa itu selalu ramai dengan kunjungan wisatawan atau instansi yang ingin studi banding, mempelajari tanaman syarat manfaat tersebut. Hijaunya Desa Nglipar dengan hamparan Aloe Vera tidak datang tiba-tiba, dan Sumarni (54), adalah sosok yang tepat untuk menuturkan sejarahnya.

BacaJuga:

Swiss-Belhotel International Perluas Segmen Luxury, Hadirkan Riahi di Pulau Nirup

Mengusung “Drive Proud”, Kia Sales Indonesia Tawarkan Pengalaman Berkendara yang Lebih Personal

Rider Underwear Tebar Kejutan: Diikuti Ribuan Peserta, Mobil Listrik Jadi Magnet Utama

”Dulu belum ada lidah buaya di Desa kami, hingga awalnya anak saya mengenalkannya kepada saya,” ujar Sumarni memulai pembicaraan pada Sabtu (27/3/2021).

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari tumbuhan Aloe Vera, Sumarni pun bergegas mengajak ibu-ibu di Desanya untuk ikut bersama membudidayakannya. Bukan tanpa alasan, Sumarni berangkat dari niat memberdayakan ibu-ibu di desanya untuk bisa mandiri secara ekonomi. Sepertihalnya desa lain di Gunungkidul, Desa Katongan juga didominasi oleh persawahan tadah hujan. Alhasil para ibu-ibu tidak memiliki kegiatan selain membantu merawat sawah di kala musim penghujan. Selebihnya, mereka tidak memiliki kegiatan ekonomi, dan pemasukan.

”Di sini kan sawahnya tadah hujan mas, jadi ibu-ibu hanya bantu suaminya di sawah. Kalau musim kemarau ya sama sekali tidak ada kegiatan ekonomi, apalagi pemasukan,” tambah Sumarni.

Hingga pada 2017, Sumarni dipertemukan dengan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Meliat upaya pemberdayaan dari Sumarni, Dompet Dhuafa membantu pngembangan pembudidayaan Aloe Vera. Intervensi bantuan pun disalurkan. Sebanyak 100 keluarga dari 7 RT di Desa Katongan mendapatkan bantuan berupa 50 benih Aloe Vera setiap keluarga. Sejak saat itu, tumbuhan aloevera mulai menghiasi setiap sudut rumah-rumah di desa tersebut. Karena tumbuh tak kenal musim, para ibu-ibu kini lebih produktif membudidayakan Aloe Vera.

“Dulu dapat bantuan sebanyak 50 benih Aloe Vera tiap keluarga, yang dapat 100 keluarga di desa ini mas. Jadi tiap rumah pasti ada Aloe Vera. Jadilah disitu desa ini dikenal jadi ‘Desa Aloe Vera’ mas,” tukas Sumarni.

Tidak hanya sampai pemberian benih, Dompet Dhuafa ikut serta menemani pengembangan produk terusan Aloe Vera di Desa Katongan. Melalui diskusi dan beberapa kali ujicoba, akhirnya produk minuman berbahan dasar Aloe Vera lahir. Pengemasan yang dulu sederhana, kini dikemas dengan lebih menarik. Bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut serta membantu untuk meneliti produk, sehingga bisa awet lebih lama. Hingga akhirnya, kini rumah Sumarni selalu sibuk dengan produksi olahan Aloe Vera. Produk olahan tersebut laris manis hingga terdistribusi bukan hanya di Yogyakarta, namun juga di luar kota.

”Paling banyak dipesan orang untuk oleh-oleh, juga ada yang ruitin kirim di toko-toko, ada juga yang datang ke rumah langsung. Kami juga ada langganan di Jakarta,” jelas Sumarni.

Kini, dia lebih sering menghabiskan waktunya di rumah, menyediakan pesanan produk olahan Aloe Vera yang terus datang. Bahkan kini, Sumarni sudah mempekerjakan setidaknya sembilan ibu-ibu di rumah produksi miliknya. Begitu pula dengan ratusan keluarga di desa tersebut yang memetik manfaat dari hijaunya lidah buaya. (adv)

 

Tags: Dompet Dhuafalidah buayatanaman

Berita Terkait.

Rebranding
Gaya Hidup

Swiss-Belhotel International Perluas Segmen Luxury, Hadirkan Riahi di Pulau Nirup

Kamis, 30 April 2026 - 18:09
Kia
Gaya Hidup

Mengusung “Drive Proud”, Kia Sales Indonesia Tawarkan Pengalaman Berkendara yang Lebih Personal

Kamis, 30 April 2026 - 17:08
Hadiah
Gaya Hidup

Rider Underwear Tebar Kejutan: Diikuti Ribuan Peserta, Mobil Listrik Jadi Magnet Utama

Kamis, 30 April 2026 - 14:05
Tang-Wei
Gaya Hidup

Tang Wei Picu Spekulasi Kehamilan Kedua Usai Tampil di Acara Brand Shanghai

Kamis, 30 April 2026 - 13:04
BP
Gaya Hidup

Perluasan ke Indonesia, BestPerfume.Store Bawa Ratusan Pilihan Aroma untuk Berbagai Momen

Kamis, 30 April 2026 - 11:22
CIX
Gaya Hidup

CIX Resmi Hentikan Aktivitas Grup, Yonghee Siap Jalani Wajib Militer

Kamis, 30 April 2026 - 10:01

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2551 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    782 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.