• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Amar Bank Perkuat Posisinya Sebagai Bank Digital

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 Maret 2021 - 14:32
in Ekonomi
indoposco

Katadata - Indonesia Data and Economic (IDE) Conference 2021

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hadir sebagai pembicara dalam Katadata – Indonesia Data and Economic (IDE) Conference 2021, acara tahunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam langkah konkrit bagi kesuksesan perekonomian Indonesia, Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian memperkuat posisi Amar Bank sebagai Bank Digital yang menghadirkan inovasi untuk memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam diskusi yang bertemakan Digital Banking Revolution, Vishal menyampaikan bahwa teknologi memiliki peran penting untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Amar Bank, pada Agustus tahun lalu, meluncurkan produk digital banking, Senyumku (mobile-only digital banking) untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan menabung setelah kesuksesan Tunaiku, pionir digital lending di Indonesia yang diluncurkan pada 2014 untuk memperluas akses kredit kepada masyarakat yang belum atau kurang terlayani oleh lembaga keuangan formal.

BacaJuga:

PHE Andalkan Teknologi SeepsPro untuk Tingkatkan Temuan Cadangan Migas

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis di ADIPEC 2026, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

PDC Perkuat Tata Kelola Rantai Pasok, Keselamatan Mitra Jadi Prioritas

Hadirnya digital bank diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Perekonomian Indonesia sempat mengalami kontraksi tahun lalu sebesar -2.07% dan berada di bawah Tiongkok, Turki, dan Korea Selatan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto membuka konferensi IDE KATADATA 2021 dengan optimisme akan pemulihan ekonomi yang berlangsung seiring dengan distribusi vaksin dan terkendalinya pandemi Covid-19.

“Pemerintah optimistis bahwa ekonomi Indonesia diperkirakan akan kembali pulih di kisaran antara 4-5.5% di tahun ini di tahun 2021,” katanya.

Terlebih lagi, Indonesia juga merupakan kontributor terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara. Menurut data Google, saat ini, pangsa ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 40 miliar. Pada 2025, potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan naik menjadi US$ 133 miliar, menduduki peringkat pertama di atas Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Untuk mendukung peningkatan potensi ekonomi digital, pemerintah pun terus mendorong pembangunan awan data (cloud) ke Indonesia.

“Kita ketahui dengan cloud, database di mana saja bisa diakses. Pemerintah juga mendukung pembangunan fasilitas infrastruktur digital lainnya, yaitu pengadaan jaringan 4G dan 5G di 9.113 desa/kelurahan. Layanan 5G bakal segera tersedia di Indonesia. Untuk itu, pemerintah mendorong optik fiber yang terkoneksi dari barat ke timur,” ujarnya.

Senada dengan Airlangga, pada sesi pertama konferensi IDE KATADATA (24/03), Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin juga menyampaikan bahwa pemerintah mendukung perkembangan digitalisasi di semua sektor.

“Opportunitynya sudah terbuka, kita sudah punya tekad untuk melakukan digitalisasi di semua sektor. Karena itu pemerintah saat ini sedang menyiapkan semua infrastruktur digitalnya di seluruh Indonesia, 3 tahun ini sudah hampir semua,” kata Ma’ruf.

Mendukung hal tersebut, terkait digitalisasi di ranah perbankan, Ketua Dewan Komisioner OJK Bapak Prof. Wimboh Santoso, Ph.D dalam paparan keynotenya menyampaikan, dengan adanya 120 juta rakyat Indonesia kelas menengah harapan, 83 juta penduduk Indonesia tergolong unbanked dan penggunaan Internet sebesar 67% di Indonesia yang dikategorikan cukup besar dan juga penetrasi smartphone sebesar 60%, hal ini menjadikan Indonesia memiliki potensi yang besar untuk industri keuangan digital.

Beliau juga menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor jasa keuangan akan menjadi game changer bagi penyedia aktivitas keuangan di masyarakat.

“OJK senantiasa memberikan dukungan untuk mempercepat akselerasi transformasi digital dimana roadmap 2020-2025 akan diarahkan untuk memperkuat tata kelola dalam manajemen risiko terintegrasi, mendorong penggunaan IT sebagai game changer, mendorong terjadinya kerjasama penggunaan teknologi, dan mendukung implementasi digital di sektor perbankan,” tambah Wimboh.

Perjalanan transformasi digital Amar Bank dimulai tahun 2014 dengan adanya Tunaiku, produk fintech digital lending pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi big data analytics untuk melayani segmen masyarakat yang belum dan kurang terlayani oleh perbankan melalui website dan aplikasi.

Seiring berkembangnya produk Tunaiku, pemegang saham Tunaiku kemudian mengakuisisi Amin Bank dan kemudian berganti nama menjadi Amar Bank. Amar Bank kemudian fokus untuk bertransformasi menjadi bank digital yang mengedepankan teknologi untuk memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.

Komitmen Amar Bank tersebut dibuktikan dengan penyaluran pinjaman Tunaiku yang saat ini telah mencapai lebih dari 5 Triliun Rupiah dan nasabah yang sudah terbantu sebanyak lebih dari 400,000 nasabah dimana lebih dari 100,000 merupakan UMKM. Setelah memiliki jumlah nasabah yang besar dan memahami kebutuhan serta kesulitan nasabahnya, Amar Bank kemudian membangun produk digital banking, Senyumku, yang dilengkapi oleh kecerdasan buatan (AI) dan teknologi cloud (awan data).

“Kami bertemu dengan nasabah kami, pergi ke rumah mereka dan kami bertanya mengapa Anda tidak membuka rekening bank? Dan kami menemukan bahwa mereka mengelola arus kas mereka dengan sesuatu yang dikenal sebagai Jar Economy. Jadi di rumah mereka ada beberapa toples yang bertanda pendidikan, kebutuhan darurat, biaya makanan, dan lain-lain. Penghasilan mereka kemudian dikategorikan dengan memasukkan uang ke dalam toples yang telah ditandai sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan mereka. Lalu ketika mereka membuka rekening bank, apa yang terjadi? Semua toples digabungkan, mereka mendapat satu nomor rekening dan sekarang mereka tidak dapat lagi mengelola arus kas mereka,” kata Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian dalam diskusi bersama Katadata.

“Selain itu kami juga melakukan interview kepada millennial dan hambatan mereka dalam menabung. Masalah kebanyakan dari mereka adalah adanya tekanan sosial yang mengakibatkan mereka memiliki gaya hidup yang sebenarnya tidak mampu mereka jangkau. Dan ini adalah masalah yang coba kami bantu untuk atasi dengan meluncurkan produk digital banking Senyumku yang didalamnya terdapat pos-pos keuangan untuk memudahkan nasabah mengelola keuangannya serta kecerdasan buatan (AI) untuk memonitor kebiasaan pengeluaran, yang akan mengirimkan sinyal pengingat apabila nasabah memiliki pengeluaran yang berlebih atau tertinggal dari target keuangan yang telah mereka tentukan. Sistem pengingat ini membuat mereka membentuk kebiasaan keuangan yang sehat. Inilah peranan data dan kecerdasan buatan (AI) dalam mewujudkan suatu bentuk literasi keuangan kedalam sebuah kebiasaan sehari-hari. Hal ini yang membedakan Senyumku dari digital banking lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Vishal Tulsian menjelaskan perbedaan antara bank digital dan bank konvensional, dengan 3 lini poin, yaitu Pertama, Perbedaan Fungsi dimana bank konvensional dapat melakukan transaksi perbankan pada umumnya seperti menabung, mentransfer dan meminjam uang sementara bank digital bukan hanya sekadar internet banking, bank digital seperti Senyumku (Amar Bank) menyediakan keseluruhan rekening-rekening bank dalam satu tampilan, membantu nasabah untuk secara otomatis mengkategorikan pengeluaran untuk mengelola keuangan.

Kedua, Perbedaan pengalaman atau experience yang dimana sekarang lebih banyak nasabah yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang instan atau cepat sehingga bank digital harus memberikan kemudahan bagi para nasabah.

Ketiga, Perbedaan Pendekatan yaitu mindset dimana bank konvensional membuka cabang dan mengharapkan ‘nasabah datang ke Bank’, sedangkan Bank Digital ‘mendatangi nasabah’.

Salah satu tantangan untuk bank pada umumnya dalam melakukan transformasi digital adalah adanya dua sisi yaitu sisi konvensional dan sisi digital dan juga kultur budaya di dalam perusahaan.

Menurut Vishal, keunggulan Amar Bank sebagai bank digital adalah pengembangan bank digital menggunakan infrastruktur cloud (teknologi awan) yang bekerjasama dengan google.

“Dengan infrastruktur teknologi cloud yang kami gunakan, biaya untuk pelayanan kepada nasabah dapat jauh lebih rendah sementara skalabilitas dapat dilakukan dengan cepat. Selain infrastruktur, Amar Bank juga memiliki budaya layaknya start-up yang mendukung agility atau kelincahan yang harus dimiliki oleh bank digital untuk selalu terdepan dalam menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Kedepannya bank digital harus mampu menyediakan layanan yang bersifat hyper-personalization dimana bank digital yang mengakomodasi kebutuhan beragam profil nasabah sesuai dengan personanya,” cetusnya.

Menanggapi peran regulator dalam pengembangan perbankan digital saat ini, Vishal mengapresiasi dukungan dari OJK. “OJK sangat suportif kepada kami, kedepannya kami mengharapkan dukungan dari pemerintah dan OJK dalam sentralisasi informasi nasabah yang dapat dicapai dengan teknologi blockchain, misalnya, sehingga informasi tersebut dapat diakses oleh Bank dan tidak menutup kemungkinan juga oleh perusahaan e-commerce, fintech, digital wallet dan lainnya sehingga ekosistem digital di Indonesia dapat terus berkembang dan dapat memberikan pelayanan yang lebih kepada masyarakat,” tutupnya. (ibs)

Tags: Amar BankBank Digital

Berita Terkait.

PHE Perkuat Daya Saing Hulu Migas Indonesia di Forum Energi Dunia ADIPEC 2026
Ekonomi

PHE Andalkan Teknologi SeepsPro untuk Tingkatkan Temuan Cadangan Migas

Kamis, 5 November 2026 - 12:05
Indonesia Bidik Kemitraan Strategis di ADIPEC 2026, Ketahanan Energi Jadi Prioritas
Ekonomi

Indonesia Bidik Kemitraan Strategis di ADIPEC 2026, Ketahanan Energi Jadi Prioritas

Kamis, 5 November 2026 - 11:50
PDC Perkuat Tata Kelola Rantai Pasok, Keselamatan Mitra Jadi Prioritas
Ekonomi

PDC Perkuat Tata Kelola Rantai Pasok, Keselamatan Mitra Jadi Prioritas

Kamis, 5 November 2026 - 11:26
PHE Perkuat Daya Saing Hulu Migas Indonesia di Forum Energi Dunia ADIPEC 2026
Ekonomi

PHE Perkuat Daya Saing Hulu Migas Indonesia di Forum Energi Dunia ADIPEC 2026

Kamis, 5 November 2026 - 10:57
KRISTAInterFOOD 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Diikuti 1.100 Peserta dari 16 Negara
Ekonomi

KRISTAInterFOOD 2026 Resmi Dibuka di NICE PIK 2, Diikuti 1.100 Peserta dari 16 Negara

Kamis, 5 November 2026 - 09:03
Pertamina Sepakati Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair
Ekonomi

Pertamina Sepakati Akuisisi Hak Partisipasi Moeve di Cekungan Berkine Aljazair

Rabu, 4 November 2026 - 20:48

OLAHRAGA

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Olahraga

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 4 November 2026 - 22:31

INDOPOSCO.ID – Tata kelola kompetisi futsal nasional kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari Pangsuma FC yang menilai pengelolaan...

SelengkapnyaDetails
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Raja Sapta Oktohari

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3332 shares
    Share 1333 Tweet 833
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2304 shares
    Share 922 Tweet 576
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1876 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1012 shares
    Share 405 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.