• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Deteksi Lebih Sulit, Waspada Tuberkulosis pada Anak

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 12 Maret 2021 - 16:48
in Gaya Hidup
Ilustrasi anak demam. Foto: Pixabay

Ilustrasi anak demam. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mendeteksi penyakit tuberkulosis (TBC atau TB) pada anak lebih sulit dari pada orang dewasa. Ini karena anak-anak jarang menunjukkan gejala TBC, misalnya batuk atau masalah lain pada saluran pernapasan.

“Untuk anak yang menderita TB jarang sekali yang mengalami batuk. Gejala yang sering terjadi seperti pada berat badan anak yang tak kunjung naik dan demam terus menerus,” kata Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Cynthia Centauri dalam siaran pers RSUI dikutip, Jumat (12/3/2021).

BacaJuga:

Senyum Keringat di Garis Finis Alfamart Run 2026, Sajikan Kebahagiaan dan Pelukan Hangat UMKM Sidoarjo

Panasonic-Chef Aaron Laksana Ubah Dapur Jadi Arena Kreativitas 15 Loyal Customer

The New Sweet Escape: Park 5 Simatupang Hadirkan Mont Blanc Series

Ketika dokter sudah mendiagnosis anak terkena TB, maka pengobatan yang akan diberikan setidaknya berpegang pada empat prinsip antara lain minum obat TB (OAT) secara teratur sampai dengan tuntas atau sembuh serta rutin untuk berobat dan kontrol ke dokter.

Cynthia mengatakan, penetapan penghentian pengobatan ini harus diputuskan oleh dokter bukannya perkiraan keluarga pasien. ”Lalu, mencegah penularan lebih lanjut, memenuhi gizi yang adekuat sesuai kebutuhan pasien dan menjalani pola hidup bersih dan sehat; serta mencari dan tatalaksana penyakit penyerta,” ujarnya.

R.R. Diah Handayani, dokter spesialis paru dari RSUI menyoroti kenyataan Pandemi Covid-19 yang sedikit menggeser program TB. Ini karena fokus dari tenaga kesehatan dan masyarakat saat ini lebih kepada Covid-19.

“Upaya pencegahan TB seharusnya bisa lebih digalakan seperti pada kasus Covid-19. Upaya ini memerlukan kerja sama dan kolaborasi dari banyak pihak seperti kader, fasilitas layanan kesehatan, praktik sejawat, pemerintah, serta masyarakat,” jelasnya.

Diah mengingatkan, beberapa terapi pencegahan TB yang perlu kembali digalakkan meliputi pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), skrining, active case finding, TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis), pencegahan serta terapi HIV dan komorbid lain, akses ke layanan kesehatan dan dukungan sosial serta pengentasan kemiskinan. Usaha eliminasi TB ini dilakukan mulai dari pencegahan TB laten dan infeksi TB sebelum sakit.

Menurut Diah, upaya penanganan TB bisa dipelajari dari upaya penanganan Covid-19 seperti pelacakan kontak, identifikasi terapi, serta pencegahan dilakukan dengan agresif oleh banyak pihak. “Sehingga, upaya pencegahan TB juga harus radikal,” tandasnya.

Ketua Perhimpunan Perkumpulan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Depok dr Rulliana Agustin mengingatkan, para kader TB berperan memberikan pendampingan dan edukasi terbaik kepada masyarakat terhadap kewaspadaan TB dan pengobatannya.

Rulliana tak menampik, beberapa tantangan yang dihadapi para kader, seperti risiko tertular, cara memotivasi pasien, dan sebagainya. “Tentunya kerja sama dengan berbagai pihak perlu terus dijalin karena TB adalah masalah kita bersama yang cukup besar; salah satu yang diharapkan misalnya penyediaan APD yang terjamin (minimal masker, red) bagi para kader,” ujarnya dilansir Antara.

Rulliana berharap, semua pihak dapat bersemangat dan berkolaborasi menemukan dan mengatasi secara tuntas penyakit tuberkulosis sesuai dengan protokol kesehatan di era Pandemi Covid-19. Selain itu diharapkan pula layanan pengobatan dan laboratorium TB dapat dipertahankan berdampingan dengan layanan Covid-19. (aro)

Tags: anakpengobatansakittb

Berita Terkait.

alfamart
Gaya Hidup

Senyum Keringat di Garis Finis Alfamart Run 2026, Sajikan Kebahagiaan dan Pelukan Hangat UMKM Sidoarjo

Rabu, 16 September 2026 - 10:40
panasonic
Gaya Hidup

Panasonic-Chef Aaron Laksana Ubah Dapur Jadi Arena Kreativitas 15 Loyal Customer

Rabu, 16 September 2026 - 04:40
kopi
Gaya Hidup

The New Sweet Escape: Park 5 Simatupang Hadirkan Mont Blanc Series

Selasa, 15 September 2026 - 14:26
Menyapa Langit Jakarta: Resident Lounge Morrissey Hotel Kini Jadi Ruang Hangat Bagi Komunitas
Gaya Hidup

Menyapa Langit Jakarta: Resident Lounge Morrissey Hotel Kini Jadi Ruang Hangat Bagi Komunitas

Selasa, 15 September 2026 - 14:02
kiiras
Gaya Hidup

KIIRAS Jadi Satu-satunya Grup K-Pop di Reeperbahn Festival 2026 Jerman

Senin, 14 September 2026 - 14:14
tvers
Gaya Hidup

1VERSE Comeback Setelah Vakum Delapan Bulan, Hadirkan Single Baru “Loop”

Senin, 14 September 2026 - 13:13

OLAHRAGA

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung
Olahraga

FC Seoul vs Persib: Kabar Rotasi Jadi Angin Segar Buat Maung Bandung

Editor Laurens Dami
Rabu, 16 September 2026 - 15:43

INDOPOSCO.ID – Persib Bandung langsung mendapat ujian berat saat membuka perjalanan mereka di AFC Champions League 2 (ACL Two) 2026/2027....

SelengkapnyaDetails
hardiyanto

Cetak Sejarah Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Jakarta Barat Banjir Bonus dari Kenneth

Rabu, 16 September 2026 - 09:30
Gantikan Purbaya, Suahasil Nazara Hadapi Tantangan Jaga Kredibilitas APBN

Lepas 6 Karateka ke Asian Games 2026, Forki Bidik 2 Emas dan Tantang Jepang

Selasa, 15 September 2026 - 09:45
Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Pegadaian Championship Musim 2026/27 Resmi Digelar, Bukti Komitmen Pegadaian Tak Henti Dukung Generasi Muda Lewat Sepak Bola Nasional

Senin, 14 September 2026 - 14:45
Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

Senin, 14 September 2026 - 13:50

BERITA POPULER

  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1658 shares
    Share 663 Tweet 415
  • Persib Kalah 1-2, Igor Tolic Sindir Persija Serasa Juara Liga Champions

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    935 shares
    Share 374 Tweet 234
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    926 shares
    Share 370 Tweet 232
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.