• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Dana Pinjaman Direvisi, DPRD Prediksi Pemprov Banten Tidak akan Capai Target RPJMD

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 1 Maret 2021 - 12:47
in Daerah
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R. Sumedi.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R. Sumedi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R. Sumedi, memprediksi pembangunan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak akan mencapai target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Alasannya, kasus pandemi Covid-19 di wilayah Banten masih tinggi. Sehingga, pemerintah akan fokus pada recovery ekonomi dan penanganan kesehatan masyarakat. Terlebih, pemerintah pusat sedang merevisi dana pinjaman daerah. Ada kemungkinan rencana pinjaman awalnya senilai Rp4,1 triliun, bisa dikurangi.

BacaJuga:

Pascagempa M5,3 Guncang Luwuk di Sulteng, Getaran Susulan Terjadi Beruntun

Pemerhati Pendidikan Soroti Potensi Pungutan Dana Revitalisasi Sekolah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart

“Susah. Kalau istilahnya kita paksakan ngejar target. RPJMD ya mungkin kita tidak banyak berharaplah. Yang penting sekarang kita bagaimana menyelamatkan masyarakat terutama dari sisi kesehatan dipastikan Covid-19 selesai. Kedua recovery ekonomi, itu yang utama sekarang. Kita nggak bicara muluk-muluk RPJMD mencapai,” katanya saat ditemui di DPRD Banten, Senin (1/03/2021).

Namun, Gembong mengaku belum mendapat kejelasan ihwal informasi pengurangan dana pinjam dari pihak Pemprov Banten. Harusnya, isu itu dibahas bersama-sama dengan DPRD karena menyangkut APBD 2021.

“Yang jelas kalau ada perubahan mestinya pemerintah daerah menginformasikan ke DPRD, istilahnya kita bahas ulang. Minimal kita tahu dari anggaran yang ada itu, kira-kira untuk kemana saja posnya. Khawatir ada pengurangan signifikan pusing juga kita. Strateginya tentu harus ada revisi lagi,” ungkapnya.

Ketua DPW PKS Banten itu menjelaskan, DPRD memiliki kewenangan atau hak budgeting dan mengawasi penggunaan anggaran. Maka, tidak ada alasan Pemprov Banten untuk tidak memberikan informasi terkait revisi dana pinjaman.

“Urusan pinjaman ini urusan dari pemerintah pusat, ketika ada perubahan di pusatnya entah itu uangnya nggak ada atau gimana kita belum clear juga kan. Mestinya ada informasi ke DPRD. Saya pikir pasti akan ada info itu. Ya artinya kita tidak bicara atau tidak, tetapi yang jelas kita karena mempunyai hak budgeting harus dilibatkan dalam pembahasan ini,” jelasnya.

Ia menerangkan, sejatinya dana pinjaman dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diprioritaskan untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Yang jelas kita berharap kalau nanti ada pengurangannya otomatis, pengurangan kegiatan dari pemerintah, kita berharap yang dikurangi itu yang tidak langsung berkaitan dengan masyarakat ataupun terkait recovery ekonomi. Karena kita khawatir juga kalau misalkan yang di potong kepentingannya masyarakat dan recovery ekonomi, kita khawatir masyarakat dengan pandemi ini mereka akan semakin terpuruk,” terangnya.

Di sisi lain, pihaknya menilai dana pinjaman dialokasikan untuk pemabangunan sport center kurang tepat sasaran. Tetapi ketika ditanya alasan Pemprov, pembangunan itu akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Terkait sport center kita pertanyakan. Alasannya pemerintah saat itu, bahwa pembangunan sport center juga menyerap banyak tenaga kerja yang informalnya di situ. Itu diharapkan ada efek dominonya. Kalau kita melihat sport centernya, mungkin tidak terlalu penting, tapi banyak orang terlibat di sana,” ujarnya.

Namun hingga kini, belum ada kejelasan pekerja di sport center berasal dari warga Banten. Padahal, pembangunan sedang berjalan.

“Betul sepakat saya (belum bisa dibuktikan pekerjanya dari Banten semua). Memang, ya namanya juga semuanya masih memperkirakan. Dan lagi sekarang sudah berjalan sport center. Kalaupun nanti ada one prestasion ini nanti masalah lagi,” tukasnya. (yas)

Tags: Pemprov BantenRPJMD

Berita Terkait.

gempa
Daerah

Pascagempa M5,3 Guncang Luwuk di Sulteng, Getaran Susulan Terjadi Beruntun

Senin, 21 September 2026 - 19:36
Suhu Udara Hangat, Hari Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan
Daerah

Pemerhati Pendidikan Soroti Potensi Pungutan Dana Revitalisasi Sekolah

Senin, 21 September 2026 - 15:05
Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart
Daerah

Bea Cukai Malili dan Polres Luwu Utara Bongkar Pengiriman 1.500 Tramadol dalam Paket Sparepart

Senin, 21 September 2026 - 14:18
Penataan Jabatan Kementerian Keuangan Tuntas, Menkeu Tekankan Integritas dan Koordinasi
Daerah

Bea Cukai Malang Sita 14.596 Batang Rokok Ilegal di Kalipare-Donomulyo

Senin, 21 September 2026 - 13:25
Gempa Bumi Dangkal Guncang Bandung di Jabar, Wilayah Pengalengan dan Kertasari Terdampak
Daerah

Gempa Bumi Dangkal Guncang Bandung di Jabar, Wilayah Pengalengan dan Kertasari Terdampak

Senin, 21 September 2026 - 09:29
Tabligh Akbar
Daerah

Hadiri Tabligh Akbar Ikadi di Al-A’zhom, Wagub Banten Tekankan Amar Makruf Nahi Mungkar

Minggu, 20 September 2026 - 19:07

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.