• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Desak Uni Afrika Atasi Krisis di Ethiopia

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 28 Februari 2021 - 18:35
in Internasional
Para pengungsi Ethiopia, yang lari menyelamatkan diri dari konflik yang sedang terjadi di Tigray, menunggu untuk mendapatkan makanan di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di Negara Bagian Al-Qadarif, Sudan, Senin (23/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/foc/cfo/aa

Para pengungsi Ethiopia, yang lari menyelamatkan diri dari konflik yang sedang terjadi di Tigray, menunggu untuk mendapatkan makanan di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di Negara Bagian Al-Qadarif, Sudan, Senin (23/11/2020). Foto: Antara/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/foc/cfo/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken pada Sabtu (27/2/2021) menyerukan agar Uni Afrika dan mitra-mitra internasional lainnya membantu menangani krisis yang semakin dalam di kawasan Tigray di Ethiopia utara,

Blinken juga mengutuk dugaan kekejaman yang berlangsung dalam pertempuran di wilayah tersebut.

BacaJuga:

DPR Desak Investigasi Internasional atas Serangan ke Markas UNIFIL

Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Kejahatan Serius oleh Israel, Pemerintah Jangan Bersikap Biasa aja!

Berikan Dukungan Perang Lawan Israel dan Amerika, Pemimpin Tertinggi Iran Bersurat ke Irak

“Amerika Serikat sangat prihatin dengan kekejaman yang dilaporkan dan situasi yang memburuk secara keseluruhan di wilayah Tigray di Ethiopia,” kata Blinken seperti dilansir Antara.
“Kami meminta mitra-mitra internasional, terutama Uni Afrika dan mitra regional, untuk bekerja bersama kami mengatasi krisis di Tigray, termasuk melalui tindakan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan badan-badan terkait lainnya.”

Pernyataan Blinken itu menunjukkan rasa frustrasi yang meningkat ini atas penanganan sejauh ini oleh Ethiopia dan negara tetangganya, Eritrea. Menlu AS menggambarkan keadaan di Tigray sebagai “krisis kemanusiaan yang memburuk”.

Blinken mengeluarkan pernyataan itu sehari setelah Amnesty International merilis laporan, yang menuduh pasukan Eritrea tahun lalu membunuh ratusan warga sipil di Tigray dalam periode 24 jam. Insiden itu digambarkan sebagai potensi kejahatan terhadap kemanusiaan.

Eritrea membantah tuduhan tersebut.

Tentara federal Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mendepak bekas partai penguasa lokal, Tigray People’s Liberation Front (TPLF), dari ibu kota regional Mekelle pada November lalu, namun pertempuran tingkat rendah terus berlanjut.

Sudah ribuan orang tewas dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi. Wilayah berpenduduk lima juta jiwa itu juga mengalami kekurangan makanan, air, dan obat-obatan.

Ethiopia dan Eritrea membantah bahwa pasukan Eritrea berpartisipasi dalam konflik tersebut, meskipun puluhan saksi, diplomat dan seorang jenderal Ethiopia telah melaporkan keberadaan mereka.

Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia, yang dikelola oleh pemerintah, merilis pernyataan pada Jumat (26/2) –bertepatan dengan laporan Amnesty.

Menurut pernyataan komisi, penyelidikan awal menunjukkan bahwa tentara Eritrea telah membunuh sejumlah warga sipil yang tidak diketahui di Axum, sebuah kota kuno di Ethiopia utara. Pernyataan menyebutkan bahwa pembunuhan itu merupakan pembalasan atas sebuah serangan sebelumnya yang dilancarkan oleh tentara TPLF.

Amnesty International mengatakan tentara Eritrea membunuhi sejumlah pria dan anak laki-laki di jalan-jalan dan yang melakukan penjarahan besar-besaran.

Blinken menyoroti komitmen Ethiopia untuk menjamin ada pertanggungjawaban penuh, termasuk dengan dukungan internasional untuk penyelidikan pelanggaran hak asasi manusia serta dengan menjamin bahwa bantuan kemanusiaan bisa disalurkan tanpa hambatan.

“Penarikan segera pasukan Eritrea dan pasukan regional Amhara dari Tigray adalah langkah penting pertama,” kata Blinken.

“Langkah-langkah itu harus disertai dengan satu deklarasi penghentian permusuhan oleh semua pihak dalam konflik dan komitmen untuk mengizinkan pengiriman bantuan tanpa hambatan kepada mereka yang berada di Tigray.” (bro)

Tags: ASEthiopiaUni Afrika

Berita Terkait.

unifil
Internasional

DPR Desak Investigasi Internasional atas Serangan ke Markas UNIFIL

Senin, 30 Maret 2026 - 22:12
mahfudz
Internasional

Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Kejahatan Serius oleh Israel, Pemerintah Jangan Bersikap Biasa aja!

Senin, 30 Maret 2026 - 21:11
motjaba
Internasional

Berikan Dukungan Perang Lawan Israel dan Amerika, Pemimpin Tertinggi Iran Bersurat ke Irak

Senin, 30 Maret 2026 - 19:09
riyono
Internasional

DPR Usulkan 3 Jurus Lindungi Indonesia dari Krisis Pangan di Tengah Konflik Global

Senin, 30 Maret 2026 - 06:06
hasto
Internasional

PDIP Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Tengah Gejolak Global

Senin, 30 Maret 2026 - 05:05
kapall
Internasional

Kapal Tempur Rusia Sandar di Tanjung Priok, Siap Latihan Bersama TNI AL

Senin, 30 Maret 2026 - 04:40

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.