• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Isu Kudeta Partai Demokrat, Analis Politik: Awas Teori Viktimisasi Bak Pisau Bermata Dua

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 18 Februari 2021 - 12:43
in Headline
Kampanye Partai Demokrat di Jakarta pileg 2019 lalu. Foto: demokrat.or.id

Kampanye Partai Demokrat di Jakarta pileg 2019 lalu. Foto: demokrat.or.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis Politik dan Pimpinan Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S. Bakry mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah mempraktekkan teori politik Viktimisasi atau memposisikan diri sebagai korban dalam isu kudeta Partai Demokrat. Teori tersebut sangat populer di Amerika Serikat pada periode 1970-an.

“AHY sedang mempraktekkan sebuah teori politik yang dikenal dengan Viktimisasi,” ujar Umar S. Bakry, seperti dikutip, Kamis (18/2/2021).

BacaJuga:

Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 68 Orang, 213 Luka-Luka

Putih dan Harum, Melati di Leher Prabowo Bukan Sekadar Aksesori

Usai Upacara Kemerdekaan, Prabowo Minta Komandan dan Kesatuan Menghadap

Umar mengingatkan, strategi ini mudah dibaca oleh masyarakat yang saat ini relatif lebih kritis. Apalagi ada dua mata pisau dari penggunaan strategi ini, di satu sisi bisa menunjukkan sebagai pihak yang dizalimi, tapi di lain sisi menunjukkan kekurangan kompetensi dalam kepemimpinan.

“Dengan AHY membongkar isu kudeta ini memancing serangan balik dari tokoh tokoh internal Demokrat untuk membuka kelemahan kelemahan kepemimpinan AHY, hal yang tadinya tidak diketahui oleh publik,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dalam ranah politik praktis, para pakar Viktimisasi mengamati korban atau victimhood sering menjadi salah satu posisi politik yang menguntungkan. Sehingga banyak aktor politik menempatkan diri sebagai victimhood atau sebagai korban.

“Memposisikan diri sebagai korban dapat menjadi sarana yang efektif bagi individu atau aktor politik atau kelompok politik tertentu untuk mengkonstruksi kepentingan politiknya,” katanya.

Umar juga mengatakan, menjadi korban mengekspresikan seseorang atau sekelompok orang dalam hal ini tentu adalah kelompok politik telah menderita atau telah dizalimi oleh kelompok yang lebih besar yang lebih powerfull. Menjadi korban biasanya juga menyatakan klaim bahwa mereka tengah membela sesuatu yang lebih besar.

“Dalam kasus isu kudeta di Partai Demokrat, saya melihat AHY sengaja memposisikan dirinya dan partainya dalam hal ini Partai Demokrat sebagai korban sebagai victimhood. Tapi munculnya kegaduhan internal Demokrat membuka banyak kekurangan dan kelemahan kepemimpinan AHY,” terangnya. (nas)

Tags: AHYkudetapartai demokrat

Berita Terkait.

Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 68 Orang, 213 Luka-Luka
Headline

Korban Meninggal Gempa NTT Jadi 68 Orang, 213 Luka-Luka

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:22
bowo
Headline

Putih dan Harum, Melati di Leher Prabowo Bukan Sekadar Aksesori

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:08
PRabowo
Headline

Usai Upacara Kemerdekaan, Prabowo Minta Komandan dan Kesatuan Menghadap

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:44
Prabowo
Headline

Ada Pesan Budaya di Balik Busana Prabowo Saat Upacara HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:03
Pratikno
Headline

Rapat Darurat Tangani Gempa M7,7 di NTT, Menko PMK: Pemerintah Pusat Berikan Dukungan Penuh

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:01
HUT-ke-81-RI
Headline

13.859 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan HUT ke-81 RI di Jakarta

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:30

BERITA POPULER

  • antam

    Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    2460 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3836 shares
    Share 1534 Tweet 959
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • METOO Dorong Kesadaran Kesehatan Mulut Lewat Inovasi Perfume Toothpaste

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1170 shares
    Share 468 Tweet 293
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.