INDOPOSCO.ID – Pemerintah telah memvaksinasi lebih dari 1 juta tenaga kesehatan dalam waktu 1 bulan sejak pertama kali dimulai 13 Februari 2021 lalu.
Melihat perkembangan yang positif dan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok. Maka program tahap dua vaksinasi ini menyasar kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) dan petugas pelayanan publik.
Menanggapi hal itu, Vice President Public Relations PT. Kereta Api Indonesia Joni Martinus menyambut baik dan mendukung penuh langkah pemerintah untuk mengadakan program vaksinasi Covid-19 kedua ini.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh program vaksinasi ini karena memang petugas pelayanan publik memiliki mobilitas tinggi terutama bagi petugas pelayanan penumpang dan pelayanan umum kami lainnya,” ujar Joni dalam keterangannya, Rabu (17/2/2021).
Untuk menyiapkan vaksinasi Covid-19 ini PT. KAI, sambung dia, akan memanfaatkan klinik mediska, yang dikelola PT. KAI yang tersebar di seluruh daerah operasi kereta api (Daop). “Kami di seluruh pulau Jawa dan Sumatra telah kami daftarkan sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi,” ucapnya.
Selain itu lanjut Joni, pihaknya sudah mengikutsertakan dokter dan perawat di beberapa daerah operasi untuk mengikuti pelatihan vaksinator. “Tentu dengan langkah-langkah ini akan memperkuat dan mempercepat memperlancar proses vaksinasi di PT. KAI. Ada kurang lebih 13.526 yang terkait dengan petugas layanan publik di PT. KAI,” terangnya.
Sebagai ilustrasi, dalam satu hari kerja normal KRL yang dioperasikan PT. KAI di Jabodetabek melayani 1,2 juta pergerakan penduduk dan untuk di masa pandemi bisa melayani hingga 400 ribu orang. Kereta api jarak jauh di masa pandemi pun masih melayani 30 ribu orang.
“Kami di KAI membentuk satgas internal yang menjalankan sosialisasi kepada rekan-rekan kami bahwa memakai masker itu keren, bekerja dari rumah (WFH) itu bukan berarti libur, terkait 3M dan 3T juga terus kita sosialisasikan melalui multi media baik milis broadcast dan akun media sosia kami,” kata Joni.
“KAI konsisten menerapkan protokol Kesehatan terutama di pintu-pintu tunggu, pada saat validasi pengecekan dokumen, pengecekan suhu tubuh, dan penggunaan masker. Sedapat mungkin kami menghindari kontak langsung, sehingga kami mengimbau penumpang membeli tiket secara online dan melakukan check in secara online,” imbuhnya. (yah)











