• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Krisis karena Pandemi, Sektor Pertanian Jadi Bantalan Ekonomi Nasional

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 17 Februari 2021 - 20:11
in Nasional
padi-sawah-petani

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membawa dampak yang buruk, karena menyasar berbagai sektor kehidupan. Selain berdampak pada sektor kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami kontraksi yang cukup besar. Namun d itengah hantaman krisis ekonomi, sektor pertanian berhasil menjadi bantalan ekonomi nasional. Daya tahan sektor pertanian dan perbaikan sektor pertanian di tengah pandemi merupakan sebuah realitas bukan fatamorgana.

“Di masa Pandemi Covid-19 sektor pertanian secara umum dapat dikatakan kebal terhadap krisis ekonomi nasional. Pertumbuhan positif sektor pertanian memberikan sumbangsih yang besar terhadap perekomian nasional,“ ungkap Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Charles Meikansyah saat mengikuti Diskusi Online yang diselenggarakan oleh INDEF yang bertajuk “Daya Tahan Sektor Pertania: Realita atau Fatamorgana”, Rabu (17/2/2021).

BacaJuga:

Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby Tampilkan Ikon Kreatif di Bandara Soekarno-Hatta

Optimalkan Bonus Demografi, Kemendukbangga Sosialisasi Pembangunan Kependudukan

Ramai Warga Minta Perlindungan Hukum ke Komisi III DPR, Begini Tanggapan Wamenko Kumham-Imipas

Charles menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2020 di era pandemi yang menghantam perekonomian dunia, termasuk Indonnesia membuat PDB Indonesia mengalami kontraksi sebesar -2,07 persen. Namun sektor pertanian mampu membuktikan sebagai salah satu yang tahan terhadap guncagan pandemi, dengan total pertumbuhan sepanjang tahun 2020 sebesar 1,75 %.

Lebih lanjut Charles menyayangkan meskipun prestasi kinerja sektor pertanian cukup baik namun realokasi dan refocusing anggaran pada sektor pertanian cukup signifikan. Pada tahun 2021 anggaran Kementerian Pertanian mengalami pemotongan sebesar 6,326 triliun rupiah dari pagu awal 21,838 triliun menjadi 15,5 triliun rupiah.

“Kami heran dengan adanya kebijakan tersebut karena masih ada 273 juta peduduk Indoesia yang harus makan tetapi refocusing anggaran sangat signifikan,“ ujar Charles

Begitupula dengan alokasi anggaran untuk pupuk bersubsidi tambah Charles, Tahun ini alokasi anggran untuk pupuk bersubsidi merupakan yang terendah sejak 2015, padahal kebutuhan anggaran masih sangat besar sehingga ada gap antara kebutuhan dan ketersediaan.

Berdasarkan E-RDKK kebutuhan pupuk sebesar 23,2 juta ton atau senilai dengan 67,182 triliun rupiah sementara pagu anggara pupuk bersubsidi hanya 25, 76 triliun rupiah sehingga ada GAP sebesar 41,9 triliun rupiah.

“Ini merupakan perbedaan angka yang sangat besar, kami sangat mendorong agar ada penambaan anggaran untuk pupuk bersubsidi,“ ujarnya.

Selain itu, lanjut Charles bahwa sektor pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar pada Agustus 2020 lalu sebesar 38,2 juta jiwa atau setara dengan 29,76 persen dari total jumlah penduduk. Sehingga sektor pertanian masih menjadi bantalan dan tumpuan dari pertumbuhan ekonomi nasional kedepan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto bahwa keberhasilan sektor pertanian ditengah pandemi patut untuk disyukuri, perananan sektor pertanian selalu menjadi penyelamat ketika Indonesia mengalami krisis. Besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi nasional membuat kontrasksi ekonomi yang dialami Indonesia menjadi tidak terlalu dalam.

“Saya kira kita harus memberikan perhatian yang lebih terhadap sektor pertanian di masa depann. Kebijakan kedepan tidak hanya fokus terhadap output atau produksi tetapi juga harus mampu mengangkat kesejahteraan pelakunya yaitu petani Indonesia,“ ujar Suhariyanto

Sementara dalam diskusi tersebut, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arief Satria mengungkapkan bahwa pada era pandemi sub sektor tanaman pangan memainkan peranan yang sangat penting. Pangsanya terhadap PDB petanian meningkat tajam, dari 21,63 persen pada tahun 2019 menjadi 25,82 persen pada tahun 2020 (Q2) hal ini menunjukan respon positif Kementan dalam mnjaga ketahanan pangan.

“Fenomena deglobalisasi di berbagai negara seperti Vietnam, Thailand, Canada, Rusia, Brazil dan USA dimana semua menahan produk pertanianya untuk di ekspor, sehingga ini menjadi kesempatan Indonesia dalam memperkuat komitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan,“ ujar Arief. (bro)

Tags: DPR RIpandemi covid-19Perekonomian Nasionalsektor pertanian

Berita Terkait.

teuku
Nasional

Kementerian Ekraf Apresiasi Butter Baby Tampilkan Ikon Kreatif di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 3 April 2026 - 10:10
elsinta
Nasional

Optimalkan Bonus Demografi, Kemendukbangga Sosialisasi Pembangunan Kependudukan

Jumat, 3 April 2026 - 08:55
Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat
Nasional

Ramai Warga Minta Perlindungan Hukum ke Komisi III DPR, Begini Tanggapan Wamenko Kumham-Imipas

Jumat, 3 April 2026 - 05:31
Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat
Nasional

Ketua DPR RI Ingatkan WFH ASN: Fleksibel Boleh, Pelayanan Publik Tak Boleh Melambat

Jumat, 3 April 2026 - 01:53
Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah
Nasional

Terapkan ASN WFH, Menag: Layanan Publik Tetap Optimal

Kamis, 2 April 2026 - 23:42
Komisi II Dorong Kemudahan dan Pendampingan Penyaluran Kredit Pelaku Usaha di Daerah
Nasional

Libur Panjang Wafat Yesus Kristus dan Hari Paskah, KAI: 76,9 Persen Tiket Terjual

Kamis, 2 April 2026 - 22:49

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1088 shares
    Share 435 Tweet 272
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Start Meyakinkan, Timnas Indonesia Incar Final Sempurna FIFA Series 2026

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.