• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Digital Advertising adalah Sebuah Revolusi Dalam Dunia Periklanan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 12 Februari 2021 - 17:57
in Ekonomi
Ilustrasi. Foto : Pixabay

Ilustrasi. Foto : Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Era digital saat ini kian mengubah wajah kehidupan manusia. Berbagai sektor harus menyesuaikan diri dengan laju perkembangan teknologi bila tidak mau tertinggal dan terpuruk. Berbagai inovasi dan cara kreativitas manusia sebagai sumber daya utama pun ikut berkembang, menyelaraskan ritme kehidupan digital. Salah satu konsep pemasaran yang muncul dari adaptasi di era ini adalah digital advertising.

Dari asal katanya, digital advertising dapat didefinisikan sebagai proses memasarkan suatu brand, produk atau layanan dengan menggunakan media digital atau internet. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjangkau target pasar secara lebih cepat dan luas. Karakter saluran internet yang cepat dan terarah membuat komunikasi antara penjual dan pembeli justru semakin efektif dan efisien, seperti melalui browser web, halaman media sosial, blog, aplikasi dan platform lainnya di dunia maya.

BacaJuga:

Gula Kelapa Organik Produksi UMKM Magelang Tembus Pasar Malaysia

Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Saat Berdialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

Kementerian UMKM Integrasikan Pembiayaan dan Akses Pasar demi Usaha Mikro Berkelanjutan

Konsep digital advertising adalah sebuah revolusi dalam dunia periklanan. Bila dulu promosi efektif disampaikan dari mulut ke mulut, lalu menggunakan media cetak dan beralih ke media penyiaran, maka media internet dengan konsep digital menawarkan kecepatan dan efektivitas kepada penggunanya. Bayangkan, kurang lebih 4,5 miliar penduduk dunia yang menjadi pengguna aktif internet, kini berpotensi menjadi pasar menjanjikan bagi banyak bisnis.

Menurut data dari eMarketer.com, hingga tahun 2018, keadaan industri periklanan digital di Asia Pasifik menempatkan Indonesia sebagai negara dengan total belanja media tertinggi, bahkan melampaui Tiongkok dan Singapura. Keadaan ini diproyeksikan akan terus berkembang dan terbukti pada 2019, pengeluaran Indonesia untuk digital advertising berbasis smartphone mencapai Rp 37 triliun.

Proyeksi ini jelas menarik bagi para pengembang aplikasi digital di Indonesia. Sampai saat ini, mereka menganggap platform digital sebagai opsi terbaik untuk beriklan. Hal ini kemudian menjadi sebuah peluang besar bagi bisnis digital berbasis konten untuk semakin meningkatkan performanya di masa depan.

Salah satu keunggulan konsep digital advertising dibandingkan iklan konvensional terletak media yang menyediakan data pemasaran yang detil, sehingga kegiatan pemasaran pun dapat diimprovisasi setiap saat dengan ketepatan yang presisi dan berdampak besar bagi peningkatan penjualan. Hal ini sangat penting bagi sebuah bisnis, mengingat semakin dinamisnya konsumen seiring perkembangan teknologi yang mereka gunakan.

Walau digital advertising terus berkembang, namun setidaknya terdapat 4 jenis tipe digital advertising yang umum digunakan, yaitu Search Engine Marketing yang menjadikan mesin pencari sebagai media untuk beriklan, contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Google dengan adsense-nya.

Lalu, remarketing/retargeting advertising, dimana produk atau jasa layanan yang dijual ditawarkan kembali kepada konsumen yang telah menunjukkan minat atau pernah membeli produk tersebut, jenis ini sering ditemukan pada platform e-commerce, seperti Tokopedia atau Shopee.

Tipe ketiga adalah native advertising yang biasanya muncul di bawah bagian “recommended reading”, “related stories”, atau “promoted stories” dan sesuai dengan konten yang sedang dibaca atau tonton, hal ini seringkali kita temukan di media-media pemberitaan online.

Selanjutnya adalah Social Media Marketing yang menggunakan berbagai platform media sosial untuk beriklan. Setiap media sosial, seperti Facebook, Instagram, TikTok, Youtube maupun VTube menerapkan berbagai jenis iklan yang ditampilkan sesuai efektifitas dan efisiensinya masing-masing, seperti display ads, text ads dan video ads.

Dalam digital advertising, impresi memegang peran penting sebagai parameter intensitas sebuah iklan digital ditayangkan. Besaran impresi akan berpengaruh pada harga yang harus dibayarkan oleh para pengiklan dalam skema yang ditawarkan.

Adapun beberapa skema dalam digital advertising, antara lain CPC (Cost Per Click), yaitu biaya yang dikeluarkan setiap kali seseorang mengklik iklan; CPM (Cost Per Mille), yaitu biaya untuk menayangkan iklan per 1.000 tayangan iklan; CPL (Cost Per Leads), yaitu biaya untuk setiap klik yang berubah menjadi lead (target konsumen potensial); dan CPA (Cost Per Acquisition), yaitu biaya yang ditentukan dengan membagi jumlah pelanggan baru akibat iklan yang ditayangkan.

Besarnya biaya yang dikeluarkan para pengiklan pun beragam, namun sebagai contoh untuk kisaran biaya CPM di Indonesia adalah mulai dari $3 dan $20 untuk internasional, di luar itu juga bergantung terhadap engagement dari platform yang di tawarkan. Biaya ini nantinya akan dibayarkan kepada platform yang tersedia dan menjadi keuntungan perusahaan.

Namun, saat ini banyak juga platform penyedia aplikasi yang membagi keuntungan kepada mitranya supaya mendapatkan engagement lebih dari pada user aplikasi tersebut. Sebagai contoh, uang yang dibayarkan Youtube kepada para content creator (Youtuber), aplikasi Karaoke, aplikasi Live Video streaming, Video Sharing Social networking service dan juga aplikasi yang saat ini sangat ramai diperbincangkan, yaitu VTube, dengan membagikan sebagian keuntungan iklan yang masuk kepada user. (ibs)

Tags: advertisingDigital Advertising

Berita Terkait.

nira
Ekonomi

Gula Kelapa Organik Produksi UMKM Magelang Tembus Pasar Malaysia

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:12
menkop
Ekonomi

Menkop Tegaskan Penguatan Koperasi Saat Berdialog dengan Penggerak Koperasi di Pamekasan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:28
ukm
Ekonomi

Kementerian UMKM Integrasikan Pembiayaan dan Akses Pasar demi Usaha Mikro Berkelanjutan

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:10
SAWIT
Ekonomi

Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:09
Dari Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Ekonomi

Dari Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:31
Perangi Scam dan Judi Online, BRI Bersama PERBANAS Perkuat Kolaborasi dengan OJK dan Kemkomdigi Dukung Ekosistem Keuangan Digital yang Aman bagi Masyarakat
Ekonomi

Perangi Scam dan Judi Online, BRI Bersama PERBANAS Perkuat Kolaborasi dengan OJK dan Kemkomdigi Dukung Ekosistem Keuangan Digital yang Aman bagi Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:01

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3186 shares
    Share 1274 Tweet 797
  • Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12560 shares
    Share 5024 Tweet 3140
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1414 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2763 shares
    Share 1105 Tweet 691
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.