• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Shin Tae-yong Menatap Sukses Turnamen Lain

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 2 Januari 2022 - 17:35
in Olahraga
timnas

Timnas Indonesia berfoto bersama seusai pengalungan medali Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022). Foto: Antara/Flona Hakim/app/hp

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Segera setelah gagal mengakhiri kutukan final Piala AFF karena kalah agregat 2-6 dari Thailand dalam final dua leg turnamen sepakbola Asia Tenggara ini, Sabtu malam, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong langsung mengalihkan perhatian ke turnamen-turnamen lain.

“Saya akan menyiapkan road map timnas untuk tahun 2022,” kata Shin dalam konferensi pers virtual setelah pertandingan final tersebut, Minggu (2/1/2022), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Di Kongres PSSI, Erick Thohir Ungkap Pesan Strategis Prabowo untuk Timnas

Piala AFF 2026: Indonesia Dipermalukan Vietnam 0-3

Susunan Pemain Indonesia vs Vietnam: Duet Ragnar-Mitchell Baker Isi Lini Depan

Shin, dan banyak kalangan di Indonesia termasuk Presiden Joko Widodo, menilai ada kemajuan besar dalam timnas, dan statistik membenarkan anggapan ini.

Fakta Indonesia kembali masuk final turnamen ini setelah tak bisa melakukannya tiga tahun lalu dan setelah terseok-seok dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 adalah bukti nyata mengenai adanya kemajuan besar tersebut.

Dalam laga leg kedua final Piala AFF itu, Indonesia tak bisa memasukkan Elkan Baggott, Victor Igbonefo, Rizky Ridho Ramadhani dan Rizky Dwi Febrianto ke dalam skuad karena dilarang otoritas Singapura yang menganggap mereka melanggar aturan gelembung Covid-19 di sana.

Tapi kehilangan empat pemain dan sudah tertinggal 0-4 tak membuat timnas patah semangat. Sebaliknya, mereka bermain lebih baik dan lebih percaya diri dibandingkan dengan leg pertama sampai dua gol juga bisa mereka ciptakan ke gawang tim yang hanya kebobolan satu gol dalam pertandingan fase grup melawan Filipina.

Dalam daftar peringkat FIFA pun posisi Indonesia berubah membaik di mana sampai 23 Desember lalu ketika final Piala AFF belumlah digelar, peringkat Indonesia sudah naik ke posisi 164.

Memang masih di bawah Vietnam, Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia dan Singapura, tetapi grafik yang meningkat itu membesarkan hati masyarakat sepakbola Indonesia.

Sejak 2016 Piala AFF, FIFA menggolongkan kompetisi ini sebagai turnamen peringkat A sehingga hasil selama Piala AFF bisa mengerek peringkat, apalagi runner up seperti Indonesia atau Thailand yang menjuarai turnamen ini.

Wajar jika kemudian Shin Tae-yong optimistis bisa membentuk skuad lebih tangguh guna menghadapi turnamen- turnamen berikutnya, termasuk SEA Games 2021 di Vietnam nanti dan Piala Asia 2023.

Baca Juga: Wagub DKI: Timnas Indonesia sudah Berikan yang Terbaik Pada Laga Piala AFF 2020

“Pada kompetisi berikutnya, kami akan menjadi calon juara dan itu tentu memerlukan persiapan yang baik,” kata Shin dalam jumpa pers virtual setelah final melawan Thailand itu.

Perhatikan kata “calon juara” dalam ucapan Shin itu. Jelas bukan asal sesumbar, melainkan ditarik dari kondisi tim sekarang, seperti dia pernah lakukan saat menangani tim lain sebelum ini, termasuk Korea Selatan pada putaran final 2018.

Di antara yang menguatkan optimisme Shin adalah usia rata-rata pemain Indonesia yang muda dan sebagian besar belum mencapai performa puncaknya sehingga memiliki waktu banyak untuk bertambah bagus dan padu.

Namun itu terjadi hanya jika mereka tetap bersatu dalam satu tim. Faktanya, kebersamaan yang begitu lama dalam satu tim, ditambah jam terbang yang terus ditambah, menjadi faktor terciptanya sukses sebuah tim di mana pun, tak cuma di Asia Tenggara.

Pemain-pemain Thailand sudah lama bermain dalam atmosfer sama selama bertahun-tahun, apalagi beberapa di antaranya dicomot dari klub yang sama yang menjuarai liga nasionalnya. Bermain bersama dalam waktu yang lama juga turut mendorong tim-tim seperti Italia, Prancis, Portugal, dan Argentina sukses belakangan ini.

Pengalaman Shin dalam menyulap Korea Selatan dari tim yang terancam tersingkir dari Piala Dunia menjadi tim yang mengejutkan dalam Piala Dunia 2018 di Rusia lalu, juga menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.

Ajusshi

Bisa juga ditambah dengan melihat referensi lain, misalnya sukses Qatar saat menjuarai Piala Asia 2019.

Perjalanan Qatar sampai menjuarai Piala Asia 2019 diawali dari hengkangnya pelatih veteran Jorge Fossati yang lebih suka memilih pemain naturalisasi, padahal Qatar menginginkan sebanyak mungkin pemain muda yang dibina sejak tingkat junior.

Qatar lalu beralih kepada pelatih tim U-23 bernama Felix Sanchez yang bukan siapa-siapa, meskipun bukan tanpa catatan prestasi penting mengingat dia juga pernah mengantarkan Qatar menjuarai Piala AFC U-19 pada 2015.

Dalam perjalanannya, Sanchez akhirnya bisa mengubah Qatar menjadi tim yang disegani lawan. Dan modal terbesarnya adalah kohesi yang kuat dengan pemain yang terjadi karena dia sudah lama bersama dengan sebagian besar pemain Qatar yang berintikan tim U-23 yang pernah dilatihnya.

Pelatih asal Spanyol yang mengidolakan Pep Guardiola dan Jurgen Klopp ini lebih memilih pemain yang sudah lama bekerja dengannya sejak level junior, atas alasan kohesi dan adaptasi tim. Otoritas Qatar sendiri mendukung penuh langkah Sanchez dalam membentuk tim senior yang ideal.

Hubungan yang dekat pemain seperti itu bahkan sudah seperti ayah dan anak. Ditambah kemampuannya dalam memadukan talenta muda dan pemain berpengalaman, hubungan ayah dan anak itu menjadi landasan sukses Qatar dalam Piala Asia.

Sanchez sudah dianggap seperti ayah oleh pemain-pemainnya karena dia mengenal sebagian besar pemain Qatar sejak masih tingkat junior. Hubungan spesial ini membantu Qatar dalam membentuk tim yang kompak dan solid yang tak perlu lagi dibentuk dari awal.

Atmosfer seperti ini juga menjadi fondasi tim sehingga ketika harus melibatkan pemain lain, termasuk pemain-pemain yang sudah berpengalaman, pemain yang baru masuk mau tidak mau harus membiasakan diri dengan atmosfer yang sudah terbentuk lama itu.

Akibatnya Sanchez bisa dengan mudah mendapatkan formasi terkuat dari laga ke laga sampai bisa menjuarai Piala Asia 2019 yang baru kali itu berhasil dilakukan Qatar.

Faktor lain yang bisa disebut adalah langkah Sanchez mempertemukan timnas dengan tim-tim tangguh dari kawasan lain seperti Swiss dan Ekuador yang makin mengasah keterampilan, pengalaman dan kekuatan Qatar sehingga menjadi basis yang kuat dalam menghadapi Piala Asia 2019.

Hampir semua yang dilakukan Sanchez itu mirip dengan yang juga dilakukan Shin Tae-yong yang di negerinya dikenal memiliki pendekatan bapak-anak kepada timnya.

Sewaktu menangani tim U-23, Shin menganut filosofi berlatih “kepemimpinan persaudaraan” di mana dia lebih menempatkan diri sebagai ajusshi (ayah, paman atau yang dituakan) untuk timnya. Pendekatan ini berhasil mengantarkan U-23 Korea Selatan mencapai perempat final Ompiade Rio 2016.

Shin juga gemar membawa timnya berlatih tanding di negara-negara yang kultur sepakbolanya kuat, seperti yang dia lakukan kepada timnas U-19 yang menjalani pemusatan latihan di Bosnia Herzegovina tahun lalu.

Oleh karena itu ada banyak alasan bahwa optimisme tinggi Shin bukan sekadar sesumbar, melainkan berdasarkan kalkulasi objektif selain juga karena menjadi rumus umum untuk sukses sepakbola.

Sekalipun demikian tetap mesti mendapatkan dukungan dari pihak lain.

Dan salah satu dukungan itu adalah kesempatan luas yang bisa diberikan pemangku kepentingan sepakbola nasional kepada Shin untuk membentuk tim yang jauh lebih tangguh, termasuk dalam cara dia menyeleksi pemain.

Ketika itu semua terjadi, maka hitung mundur untuk Indonesia juara SEA Games Vietnam sudah bisa segera dimulai. (mg3)

Tags: Piala AFF 2020sepak bolaShin Tae-YongTimnas Indonesia

Berita Terkait.

tohir
Olahraga

Di Kongres PSSI, Erick Thohir Ungkap Pesan Strategis Prabowo untuk Timnas

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:23
indo
Olahraga

Piala AFF 2026: Indonesia Dipermalukan Vietnam 0-3

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:03
timnas
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Vietnam: Duet Ragnar-Mitchell Baker Isi Lini Depan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:35
john
Olahraga

Bidik Kendali Grup, Herdman Minta Garuda Buktikan Kualitas di Hadapan Juara Bertahan

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:19
Latihan
Olahraga

Indonesia vs Vietnam: Garuda Siap Terbang Tinggi, Golden Star Warriors Hadapi Misi Sulit

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:24
Le-Giang-Patrik
Olahraga

Kiper Vietnam Sesumbar Jelang Lawan Indonesia, Tegaskan Satu Hal Penting

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:03

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2101 shares
    Share 840 Tweet 525
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1127 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    948 shares
    Share 379 Tweet 237
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.