Olahraga

Sekolah-sekolah di Jepang Mundur dari Program Penonton Olimpiade

INDOPOSCO.ID – Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo mulai menerima pembatalan dari sekolah-sekolah yang tidak lagi ingin berpartisipasi dalam program yang menawarkan siswa-siswi kesempatan untuk menonton pertandingan dari tempat terdekat mereka.

Sejumlah pemerintah daerah yang dekat dengan Tokyo telah memilih keluar dari program tersebut karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona, dan dengan penyelenggara yang belum memutuskan batasan penonton, banyak dewan pendidikan yang merasa tidak yakin jika siswa dapat menyaksikan jalannya pertandingan Olimpiade secara langsung.

Di Nakai, Prefektur Kanagawa, 320 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dijadwalkan untuk menonton pertandingan sepak bola dan bisbol di Yokohama, tetapi dewan pendidikan kota tersebut memutuskan untuk mundur pada bulan ini berdasarkan pandangan dari para kepala sekolah.

“Kami sudah berencana untuk bepergian dengan kereta api, tetapi risiko infeksinya tinggi,” kata kepala divisi pendidikan kota tersebut, Tetsuya Takahashi, dikutip dari Kyodo, Sabtu (12/6).

Program penonton tersebut menyediakan tiket Olimpiade, yang telah ditunda satu tahun karena pandemi, kepada sekolah-sekolah dan pemerintah daerah dengan harga diskon 2.020 yen (sekitar Rp262 ribu).

Menurut panita penyelenggara, ada sekitar 1,28 juta permintaan pembelian pada Januari tahun lalu, demikian dikutip dari Antara.

Pada Piala Dunia Rugby 2019 di Jepang, anak-anak yang diundang menonton pertandingan menyanyikan lagu kebangsaan negara-negara peserta. Tetapi penyelenggara Olimpiade menganggap pembatalan program itu tidak dapat dihindari mengingat penundaan dan pandemi.

Kawagoe, Prefektur Saitama, yang akan menjadi tuan rumah kompetisi golf, awalnya meminta 5.558 tiket, terutama untuk pertandingan golf dan sepak bola yang akan diadakan di prefektur tersebut. Namun, permintaan tersebut turun menjadi sekitar 2.400 tiket pada Rabu (9/6), setelah sekolah-sekolah diminta untuk mengonfirmasi permintaan tiket mereka.

Seorang pejabat lokal mengatakan tampaknya ada setidaknya satu kota di prefektur tersebut yang telah membatalkan program sepenuhnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button