Nusantara

Sanksi Denda Perda KTR di Surabaya Berlaku Juga untuk Rokok Elektronik

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan sanksi denda pelanggar Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tidak hanya berlaku bagi rokok konvensional, melainkan juga untuk rokok elektrik atau vape.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (12/8), mengatakan vape bersifat sama dengan rokok konvensional yaitu sama halnya asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.

“Jadi sama saja. Kan rokok itu karena asapnya (mengandung nikotin dan tar, red.), termasuk juga vape. Sehingga ini juga sama, berarti dia ada tempat-tempat yang memang tidak boleh merokok maupun vape,” kata dia, Jumat (12/8), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga : Banyak Potensi, Perlu Partisipasi Pemerintah untuk Dukung Produk Tembakau Alternatif

Ia menyadari tidak mudah untuk mengubah langsung kebiasaan pola hidup masyarakat.

Namun, dia memastikan Pemkot Surabaya akan terus intens menyosialisasikan Perda KTR kepada masyarakat.

“Jadi nanti yang saya minta itu adalah sosialisasi kepada warga, dan warga juga harus ingatkan pada yang lain,” ujar dia.

Sekarang ini, kata dia, Perda KTR di Kota Surabaya telah berjalan. Bahkan, beberapa titik lokasi di “Kota Pahlawan” –sebutan untuk Kota Surabaya– telah disepakati sebagai kawasan tanpa rokok, seperti halnya di tempatnya mikrolet atau angkutan umum.

Penerapan KTR di Surabaya, kata dia, dilakukan secara bertahap, termasuk terkait dengan penerapan sanksi bagi pelanggar Perda KTR.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button