Ekonomi

Studi : Berbagai Krisis Tingkatkan Risiko Resesi di Eropa

INDOPOSCO.ID – Sebuah studi yang diterbitkan oleh Institut Ekonomi Jerman (IW) pada Kamis (11/8), menunjukkan bahwa berbagai krisis seperti pandemi Covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina telah meningkatkan risiko resesi di Eropa.

Sementara pendekatan nasional untuk krisis besar “dapat dimengerti,” dalam konflik Rusia- Ukraina saat ini, ini berisiko “perbedaan progresif dalam pembangunan ekonomi,” kata studi tersebut. Ditambahkan pula bahwa memperkuat “ketidakseimbangan antara ekonomi” yang disebabkan oleh krisis akan membawa Uni Eropa (UE) “di ambang resesi”.

Tahun lalu, Uni Eropa mengadopsi paket pemulihan 800 miliar euro (USD826 miliar) untuk mengatasi dampak pandemi. Spanyol dan Italia, dua negara yang paling terpukul, menerima bagian terbesar masing-masing sebesar 77 miliar euro dan 70 miliar euro dalam bentuk bantuan yang tidak dapat dibayar kembali.

Baca Juga : Mengantisipasi Dampak Resesi AS Terhadap Indonesia

Meskipun program tersebut tampaknya memberikan insentif positif bagi investasi swasta di blok tersebut, pemulihan berbentuk V yang cepat atau sangat diharapkan tidak terwujud, kata studi tersebut.

Negara-negara Uni Eropa terpukul ke tingkat yang berbeda dan di beberapa negara anggota seperti Jerman, Spanyol dan Italia, pengeluaran konsumen swasta atau produksi industri masih di bawah tingkat sebelum krisis. Selain itu, tingkat inflasi yang sudah tinggi” lebih didorong oleh guncangan harga energi eksogen,” catat IW, Jumat (12/8), seperti dikutip dari Antara.

Didorong oleh melonjaknya harga energi, inflasi di Uni Eropa naik menjadi 9,6 persen pada Juni. Tingkat tertinggi tercatat di Estonia dan Lithuania, lebih dari 20 persen. Di Jerman, tren kenaikan sedikit melambat pada Juli menjadi 7,5 persen, menurut data resmi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button