Nusantara

Banjir di Kalbar Mulai Surut, Warga Mulai Kembali ke Rumah

INDOPOSCO.ID Banjir yang terjadi di tiga kabupaten wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) berangsur surut, meski pun masih ada genangan air sejumlah warga yang sempat mengungsi lebih dari dua pekan terakhir memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing.

“Banjir di Melawi, Sekadau dan Sintang sudah berangsur surut, beberapa pengungsi sudah pulang ke rumah,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, melalui siaran persnya, yang diterima di Putussibau, Jumat.

Disampaikan Abdul Muhari, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Kamis (18/11), tinggi muka air mengalami penurunan 50 hingga 100 centimeter, kondisi tersebut membuat warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Menurutnya, data terakhir warga yang mengungsi saat itu berjumlah 773 jiwa. Di samping itu, memastikan kesehatan warga yang kembali, pemerintah daerah bersama dengan TNI dan Polri memberikan pengobatan gratis, seperti yang terjadi di Kecamatan Pinoh wilayah Melawi.

“Di Kabupaten Melawi tercatat 28.278 kepala keluarga atau 108.455 jiwa terdampak dan empat warga meninggal dunia, sedangkan kerugian material mencakup rumah terdampak 27.621 unit dan fasilitas umum 104 unit,” jelas Abdul Muhari.

Lokasi terdampak banjir di kabupaten itu yaitu Kecamatan Menukung, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Nanga Pinoh, Sayan, Pinoh Selatan, Pinoh Utara, Ella Hilir, Belimbing, Belimbing Hulu dan Sokan.

Banjir Sintang

Wilayah lain yang terdampak di Provinsi Kalbar yaitu Kabupaten Sintang. Banjir yang melanda sejak Kamis (21/10), pukul 10.00 WIB itu berdampak pada 12 kecamatan.

Disebutkan Abdul Muhari, dari data BPBD Kabupaten Sintang pada, Kamis (18/11), tinggi muka air berangsur surut 50 centimeter, sedangkan di kawasan bantaran Sungai Melawi mengalami penurunan yang sama.

Dampak terakhir yang tercatat oleh BPBD Kabupaten Sintang yaitu populasi terdampak 33.818 kepala keluarga atau 112.962 jiwa, warga mengungsi 7.545 kepala keluarga atau 25.884 jiwa.

“Mereka yang mengungsi berada di 32 pos pengungsian. Korban meninggal dunia sebanyak empat orang selama banjir,” kata Abdul Muhari.

Terkait dengan kerugian material, pihak BPBD setempat masih terus melakukan pendataan di lapangan. Data sementara per hari ini menyebutkan rumah terdampak 35.807 unit, jembatan rusak berat lima unit, jembatan rusak sedang satu unit dan gardu padam 61 unit, sedangkan total jumlah gardu yang sempat padam berjumlah 77 unit dan 16 unit telah berfungsi normal.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button