Nusantara

Rumah Dipagari Kawat Berduri, Murid SD di Pandeglang Tak Bisa Sekolah

INDOPOSCO.IDGadis belia berusia 7 tahun warga Kampung Cipanon, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Panimbang, kabupaten Pandeglang,Banten, yang kini duduk kelas 1 di Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Panimbang sungguh memprihatinkan dan dikuatirkan berdampak terhadap gangguan kejiwaan mentalnya.

Sebab, halaman dan akses jalan dari rumahnya telah ditutup oleh oknum yang mengklaim pemilik tanah tersebut dengan pagar kawat berduri dan dua dump truk batu belah.

Gadis belia itu, sebut saja bernama Mawar (7), seorang pelajar yang baru kelas 1 di SDN Citereup 4 Kecamatan Panimbang, merasa kesulitan untuk akses keluar rumah.Bocah itupun hanya menangis dengan memanggil nama ibunya ketika ingin berangkat ke sekolah.

” Mamah gimana nih aku mau keluar, aku mau ke sekolah takut kesiangan, kerudung aku nyangkut gimana nih,” ucap gadis itu tersungkur menangis ketika ingin keluar dari pagar kawat berduri. Rabu (17/11/21).

Ternyata kasus tersebut mendapat sorotan dari Praktisi Hukum Misbakhul Munir, dia menjelaskan bahwa lahan tersebut statusnya bersengketa dengan keluarga Sopian yang merupakan orang yang kerja sama dengan kliennya dalam menjalankan usaha warung makan, kini kata dia, rumah Sopian telah dikelilingi oleh pagar kawat berduri. Menurut Munir, cara itu sangat tidak bernurani, mestinya, penyelesaiannya melalui jalur hukum yang ada yakni di Pangadilan Negeri Pandeglang bukan dengan membuat pagar kawat berdiri tanpa kompromi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button