Nusantara

PCR 11 Penumpang Diduga Palsu, Karyawan RS Dibekuk Polisi

INDOPOSCO.ID – Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengungkap adanya dugaan pemalsuan surat hasil tes Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan kasus dugaan pemalsuan RT-PCR yang menjadi syarat kelengkapan perjalanan menggunakan maskapai penerbangan itu berawal dari temuan petugas di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

“Dari pemeriksaan, surat hasil swab (tes usap, red) PCR milik 11 penumpang terbaca invalid oleh aplikasi PeduliLindungi,” kata Kadek Adi di Mataram, Senin (8/11/2021).

Berita Terkait

Setelah diselidiki, polisi mendapatkan identitas terduga pelaku yang diketahui berstatus sebagai karyawan di salah satu rumah sakit (RS) pendidikan di Mataram. Inisialnya NL (26) bertugas pada bagian administrasi.

“Jadi sebagian penumpang dites usap, sebagian tidak, tetapi dibuatkan hasil negatif. Jadi surat hasil tes yang dikeluarkan tidak berdasarkan hasil yang sebenarnya,” ucap dia.

Dari pemeriksaan, NL mengakui perbuatannya karena ada permintaan teman berinisial BN. Kepada NL, BN meminta untuk melakukan segera tes usap PCR kepada 16 rekannya yang hendak kembali ke Jawa Barat melalui rute penerbangan Jakarta.

Alhasil karena diminta untuk segera membuatkan hasil tes usap PCR, NL kemudian menggunakan modus cetak tanpa melalui prosedur yang benar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button