Nusantara

Politik Uang Masih Pengaruhi Dukungan Pemilih di Pilkades Lebak

INDOPOSCO.ID– Money politik alias politik uang masih dominan mempengaruhi dukungan masyarakat terhadap penentuan calon pemimpin mereka dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serantak di Kabupaten Lebak,Banten, diikuti 265 desa yang digelar,Minggu (24/10/2021) lalu.

Pengamat sosial dan politik Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro Rangkasbitung Mohamad Husen ikut menyoroti hasil Pilkades serentak 24 Oktober 2021 lalu.

Ia meyakini, politik uang menjadi penentu kemenangan calon kades terpilih pada pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Lebak.“Pilkades Serentak 2021 telah berakhir. Dari 215 calon kades petahana yang berkontestasi, kurang lebih 101 orang yang berhasil mempertahankan jabatannya. Sisanya, tumbang oleh calon kades baru,” kata Husen kepada wartawan di Rangkasbitung,Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, tumbangnya petahana dalam Pilkades Serentak 2021, salah satunya dipengaruhi politik uang atau money politics. Apalagi, kondisi ekonomi masyarakat terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Akibatnya, para pemilih menjadi pragmatis dalam menentukan pilihannya di pilkades. Calon kades yang tidak memiliki modal untuk kampanye dan sosialisasi diri tidak akan mendapatkan suara pada hari pencoblosan. Termasuk, calon kades petahana yang bertumbangan.“Namun, tidak semua masyarakat bersikap demikian,karena banyak juga pemilih cerdas yang memilih berdasarkan visi misi calon kades,” imbuhnya.

Pada masa kampanye dan menjelang hari pencoblosan, politik uang yang dilakukan para calon kades cukup marak. Bahkan, beberapa calon kades terekam membagi-bagikan yang dan videonya viral di media sosial. Mereka berdalih, uang tersebut untuk ngeliwet, sedekah, dan untuk yang lainnya.

“Saya tegaskan, politik uang pasti mempengaruhi arah pilihan masyarakat. Tapi, bukan penentu satu-satunya seseorang memilih calon kades. Ada juga faktor yang lain,” ungkapnya.

Faktor lain yang bisa mempengaruhi pilihan politik masyarakat sehingga tidak memilih petahana, yakni karena mereka tidak puas dengan kepemimpinan calon kades petahana. Karena, selama enam tahun memimpin desa, mereka tidak merasakan hasil pembangunan yang dilakukan kades tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button