Nusantara

Geruduk DPRD, Mahasiswa dan Petani Sebut Konflik Agraria di Banten Masih Tinggi

INDOPOSCO.ID – Puluhan mahasiswa dan petani yang tergabung dalam dua organisasi seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Serikat Tani Nelayan (STN), geruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten.

Mereka menuntut kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar segera menyelesaikan segala permasalahan dan konflik agraria yang terjadi.

Ketua LMND Banten, Abu Bakar mengatakan, petani di Banten masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan secara serius oleh pemerintah, terutama DPRD sebagai representasi masyarakat.

“Sampai saat ini, nasib kaum tani tidak banyak berubah, banyak yang masih miskin dan terus terpinggirkan. Berbagai persoalan dihadapi oleh kaum tani, penggusuran paksa, perampasan hak atas tanah di semua tempat, kekerasan dan penangkapan paksa, pendudukan lahan, pembangunan yang merusak ekosistem hutan, krisis pangan, harga pupuk yang sangat mahal, dan kelaparan,” katanya saat orasi, Senin (25/10/2021).

Baca Juga : Nelayan Diminta Waspada, Gelombang Tinggi di Tiga Wilayah Banten

Abu Bakar menuturkan, Banten yang memiliki wilayah dengan sektor pertaniannya yang sangat luas, tetapi berbanding terbalik dengan kondisi petani di beberapa daerahnya, yang masih terabaikan, dan diperparah dengan persoalan konflik agraria yang tidak kunjung usai.

“Hal yang dirasa menjadi pemicu konflik agraria yaitu tidak tepatnya hukum dan kebijakan yang dibuat untuk mengatasi masalah agraria, baik terkait status kepemilikan tanah, hak-hak atas tanah, dan cara memperoleh hak-hak tersebut,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button