Nusantara

Damar Leuit Kritisi Nilai Tukar Petani Banten Turun

INDOPOSCO.ID – Kesejahteraan petani di Provinsi Banten menjadi sorotan penting. Mereka dinilai pahlawan dalam kedaulatan pangan. Namun pada faktanya, keberpihakan tidak jauh pada pendapatan petani.

Ketua Damar Leuit, Sukandar mengatakan, Banten telah mengalami surplus beras 166 juta ton gabah kering pada tahun 2020. Meskipun Provinsi Banten berada di posisi ke 12 se-Indonesia, namun mampu masuk dalam 10 besar terkait surplus beras.

Tapi di sisi lain, nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Banten pada bulan Januari sampai Februari tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, pada Agustus 2020 NTP mencapai 101,20. Kemudian, Agustus 2021 hanya mencapai 96,65. Padahal, tingkat kesejahteraan petani diukur dari NTP.

“Kita turun drastis NTP ini, apa yang menjadi persoalan itu maka mari kita pecahnya persoalan tersebut. Buat apa surplus tinggi tapi kesejahteraan petani menurun,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Menurutnya, pemerintah harus memiliki formula dalam meningkatkan pendapatan para petani. Mengingat, selama manusia ada di muka bumi, maka masih membutuhkan petani.

Selain itu, ia berharap ke depan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Agrobisnis Banten Mandiri dapat memiliki formula kedepannya untuk meningkatkan NTP.

“BUMD ini tidak berkoneksi dengan NTP bagaimana formula untuk kedepannya,” imbuhnya. (son)

Back to top button