Sekda Mengundurkan Diri, Gaya Kepemimpinan Wahidin Halim Dipertanyakan

INDOPOSCO.ID – Hengkangnya Al Muktabar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, mengundang banyak tanya di khalayak publik. Sebab, tidak mungkin jabatan Sekda berani dilepas tanpa ada masalah serius.
Di sisi lain, selama Wahidin Halim menjabat sebagai Gubernur Banten, tercatat sudah dua Sekretaris Daerah (Sekda) yang mengundurkan diri.
Selain itu, banyaknya pejabat yang dirotasi di akhir masa kepemimpinan, menambah teka teki reformasi birokrasi.
Pakar kebijakan publik dan politik, Harits Hijrah Wicasana heran atas fenomena pengunduran diri Sekda sangat mendadak. Yang menjadi pertanyaan, cara gaya komunikasi dan kepemimpinan Wahidin Halim terhadap bawahannya.
“Ada apa dengan kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten. Karena dalam sejarah kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten ada dua kali Sekda mengundurkan diri,” katanya, Kamis (26/8/2021).
Harits menyatakan, di negara maju biasanya pengunduran diri pejabat dilatarbelakangi oleh ketidaksangguppan untuk mengemban amanah dan menanggung kasus atau masalah.
Namun di Indonesia terutama di Banten berbeda. Lebih cenderung urusan politis atau ada masalah yang tidak ingin disampaikan ke publik. Hal ini dinilai menjadi insiden buruk bagi pimpinan karena pengunduran diri dilatarbelakangi ketidak nyamanan dengan pemimpin.
“Yang menjadi pertanyaan saya, ada apa dengan komunikasi politik dan kepemimpinan pak Wahidin Halim sebagai Gubernur, sehingga banyak pejabat di masa kepemimpinan beliau yang mundur dari jabatannya,” terangnya.
Selain itu, mundurnya Al Muktabar dari Sekda Banten, dinilai ada agenda manuver politik agar bisa mengisi jabatan Gubernur yang kosong saat menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024.
Sebab, jika tetap menjadi pejabat internal Provinsi Banten, Al tidak memiliki kesempatan untuk menjadi di 2022 mendatang.
“Saya mencoba melihatnya pada peluang kekosongan kekuasaan ketika nanti di tahun 2022 Gubernur dan Wakil Gubernur, itu sudah habis masa jabatannya. Sehingga akan ada Pj (Penjabat) sepertinya ia mengambil cara untuk mundur satu langkah, kemudian untuk mengambil dua-tiga langkah ke depan,” jelasnya. (son)