KCD Dindikbud Lebak Bantah Ada Pemalsuan Dokumen Pengajuan NPSN

INDOPOSCO.ID – Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, wilayah Kabupaten Lebak, Sirojudin Al farisy membantah adanya dugaan pemalsuan dokumen dalam pengajuan sertifikat NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional), terhadap sejumlah sekolah filial atau sekolah jauh tingkat SMA/SMK Negeri di Kabupaten Lebak yang masih berstatus menumpang.
Ia menjelaskan, dasar pengajuan NPSN itu adalah berdasarkan surat keputusan (SK) dari kepada Dindikbud Provinsi Banten Nomor 800/149-Dindikbud/2021 tentang izin operasional sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) tertanggal 19 Mei 2021, atas usulan dari sekolah masing masing.
“Jadi pengajuan untuk SIOP (Surat Izin Operasional Sekolah) untuk mendapatkan NPSN itu berdasarkan SK dari pak kadis, atas usulan dari masing-masing sekolah untuk mendapatkan sertifikat NPSN,” ujar Sirojudi kepada indoposco, Senin (9/8/2021).
Menurutnya, meski sekolah filal atau sekolah jauh belum memiliki gedung sendiri, namun sudah memiliki NPSN, nantinya saat sekolah sudah berdiri di lahan sendiri akan dilakukan pengajuan perpindahan lokasi sekolah.
”Jadi saat pengajuan menggunakan yang ada. Baik itu bangunan, plang sekolah dan titik koordinat. Nanti ketika lahan dan bangunan permanen ada, data bisa diajukan perubahan di vervalSP,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah sekolah jauh atau filial SMA dan SMK Negeri di Provinsi Banten mendapatkan sertifikat NPSN, meski sekolah tersebut belum memiliki lahan dan bangunan sendiri.
Pengamat Pendidikan Banten Moch Ojat Suddrajat mengaku heran, banyaknya sekolah filial yang sudah punya sertifikat NPSN. Padahal sekolah yang menjadi tanggung jawab provinsi itu masih berstatus numpang di sekolah milik pemerintahan kota dan kabupaten.
“Setahu saya, NPSN itu bisa diproses oleh Kemendikbud berdasarkan usulan dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten ataupun Provinsi, apabila sekolah itu sudah memiliki SIOP (Surat Izin Operasional Sekolah), titik koordinatnya jelas, lahannya ada, serta ada plang dan gedung sekolah,” terang Moch Ojat Sudrajat. (yas)