Nusantara

Jumlah Anak Penderita Stunting Di Banda Aceh Capai 364 Orang

INDOPOSCO.ID – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh mencatat jumlah anak yang menderita stunting di ibu kota Provinsi Aceh itu mencapai 364 orang hingga tahun 2021.

“Tahun ini kita hanya mencari data berapa angka stunting di Banda Aceh, dan ini akan kita laporkan ke BKKBN provinsi,” tutur Kepala DP3AP2KB Banda Aceh Cut Azharida seperti dikutip Antara, Kamis (5/8/2021).

Cut Azharida menyatakan, karena 2021 ini pihaknya belum memiliki anggaran terhadap penanganan stunting, sejauh ini mereka belum bergerak. Tetapi, lebih kepada mencanangkan upaya pencegahan serta pembinaan untuk 2022 mendatang melalui bantuan provinsi ataupun pusat.

“Untuk tahun ini kita belum ada anggaran, mungkin tahun depan baru ada anggaran dari pusat, saat ini kita hanya lakukan pendataan gampong( desa) yang ada stunting, itu kita intervensi sejauh mana stunting berkurang di desa itu,” tuturnya.

Azharida menyatakan, salah satu upaya mereka dalam pencegahan stunting ini dengan melaunching rumah gizi di desa-desa, sehingga nantinya bisa dilihat sejauh mana perkembangan stunting di daerah itu.

“Untuk di rumah gizi ada kegiatan bekerja sama dengan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), di situ juga ada pemberian gizi untuk balita, posyandu, serta berbagai kegiatan lainnya,” tuturnya.

Cut Azharida menjelaskan, langkah yang dilakukan pihaknya dalam upaya pencegahan terjadinya stunting ini dimulai dari seribu hari kehidupan. Di mana pembinaan dilakukan mulai sejak menjadi calon pengantin, awal pernikahan sampai proses menyusui.

DP3AP2KB Banda Aceh mempunyai program sosialisasi pra nikah, dari sana pembinaan awal dilakukan, hingga seorang ibu melahirkan hingga menyusui anaknya, dan bagaimana memastikan asupan gizi di saat hamil.

“Dari sana kita geraknya biar stunting itu tidak kita temui. Di kala bunda berbadan dua, kita kasih bimbingan, sebab stunting itu berasal dari kehamilan, kekurangan vitamin kala hamil berpengaruh ke stunting,” demikian Cut Azharida.

Menurut data DP3AP2KB Banda Aceh, adapun rincian 364 penderita stunting tersebut yaitu dari wilayah Puskesmas Kuta Alam yaitu Gampong Beurawe 24 orang.

Kemudian di wilayah Puskesmas Meuraxa yaitu dari Gampong Lampaseh Aceh 19 orang, Surien 11, Gampong Baro 11, Aso Nanggroe 8, Lamjabat 14, serta Gampong Blang 16 orang.

Selanjutnya, pada Puskesmas Ulee Kareng dari Gampong Ceurih 16 orang, Doy 16 serta Pangoe Deah 6 penderita. Kemudian, dalam wilayah Puskesmas Lampaseh terdapat 19 orang dari Gampong Lampaseh Kota, Gampong Jawa 38 orang.

Dari wilayah Puskesmas Baiturrahman terdapat 23 orang asal Gampong Ateuk Munjeng, serta Peuniti 31 penderita. Kemudian, pada Puskesmas Lampulo yaitu hanya 26 orang dari Gampong Lambaro Skep.

Terakhir, pada Puskesmas Banda Raya yaitu dari Gampong Geuceu Komplek 22 orang, Geuceu Kayee Jato 10, Lam Ara 12, Lhong Raya 14, Peunyeurat 13, serta dari Gampong Lamlagang sebanyak 15 penderita. (mg2/wib)

Back to top button