Banda Aceh dan Aceh Besar Catat Kasus Tertinggi Covid-19

INDOPOSCO.ID – Di Aceh, penambahan 226 yang terinfeksi virus Corona pada Selasa (27/7/2021), tertinggi berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Demikian laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh.
“Penambahan kasus baru di Aceh dalam 24 jam terakhir paling tinggi di Banda Aceh 86 orang dan Aceh Besar 43 orang,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa (27/7/2021).
Selain dua daerah itu, lanjut dia, penambahan terdeteksi di Aceh Tamiang 20 orang, Lhokseumawe 13 orang, Langsa dan Pidie 11 orang, Bireuen 10 orang, Aceh Tenggara enam orang dan lima orang warga Sabang.
Kemudian, warga Aceh Utara empat orang, Aceh Barat Daya dan Pidie Jaya tiga orang, Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya masing-masing dua orang serta satu orang di Subulussalam, Gayo Lues dan Aceh Singkil.
Selain itu, kata dia, juga terjadi penambahan 70 pasien Covid-19 yang sembuh yakni warga Banda Aceh 21 orang, Aceh Tengah 20 orang, Aceh Singkil 12 orang, Bireuen tujuh orang, Aceh Besar lima orang, Sabang empat orang dan satu orang Pidie Jaya.
Penderita Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah delapan orang yaitu masing-masing dua orang warga Aceh Tengah, Aceh Barat dan Banda Aceh serta Bireuen dan Aceh Singkil satu orang,” katanya.
Hingga kini, secara akumulatif kasus Covid-19 di daerah Tanah Rencong itu telah mencapai 22.104 orang, di antaranya penderita yang masih dirawat atau isolasi mandiri 4.602 orang, penderita yang telah sembuh 16.548 orang dan penderita meninggal dunia telah mencapai 946 orang.
Ia menjelaskan bahwa respon terpenting terhadap warga yang terkonfirmasi positif yakni tidak memberikan stigma negatif atau bersikap mengucilkan. Penyakit menular itu disebabkan infeksi virus corona bukan akibat kutukan, dan semua orang berpotensi terinfeksi.
“Maka perkembangan kasus harian penting dicermati di lingkungan sekitar terdekat supaya dapat memberikan respon cepat dan tepat,” ujarnya dilansir Antara.
Selain itu, kata dia, para penderita Covid-19 juga membutuhkan dukungan lingkungan sekitar selama isolasi mandiri untuk proses penyembuhannya. Maka dibutuhkan semangat gotong-royong antarasesama dalam menghadapi pandemi.
“Saya kira semangat saling-membantu dan meringankan beban keluarga dan jiran tetangga masih sangat tinggi dan terawat di kalangan masyarakat kita, masyarakat Aceh,” tandasnya. (aro)