Nusantara

Begini Kisah Rasulullah Saat Membolehkan Umat Tidak Salat di Masjid Akibat Badai

INDOPOSCO.ID – Wabah Covid-19 yang menyerang wilayah Indonesia semakin mengkhawatirkan. Angka kasus setiap harinya mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan keadaan yang tidak baik-baik saja, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Untuk mengurai padatnya aktivitas masyarakat, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 3 hingga 20 Juli 2021.

Kebijakan itu berdampak pada aktivitas sosial keagamaan. Tempat peribadatan semua agama diintruksikan ditutup. Alasannya, untuk meminimalisir penularan dan memutus mata rantai penyebaran.

Pro dan kontra atas kebijakan itu bermunculan. Sebab sejauh ini, belum pernah ditemukan penularan virus corona dari klaster tempat peribadatan.

Atas kondisi itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang menjelaskan, kasus wabah dan saran agar tidak salat berjamaah di masjid, pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Pada zaman itu, ada umat yang hendak salat jumat berjamaah ke masjid, namun kondisinya sedang badai hujan dan gurun. Saat itu, Rasul menyarankan agar tidak berangkat dan menggantinya dengan salat zuhur di rumah.

“Kalau menangani wabah Rasulullah telah banyak memberikan contoh. Ketika zaman itu Rasulullah meberikan gambaran ketika ada badai hujan dan gurun saja diperkenankan boleh tidak melaksanakan salat Jumat, tapi diganti dengan salat zuhur. Ini pembelajaran yang sudah final dan sahih,” kata Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjuddin, Selasa (6/7/2021).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button