Nusantara

Covid-19 Varian India Sudah Masuk, Ketua DPRD Jatim Imbau Warga Tidak Mudik

INDOPOSCO.ID – Masyarakat diajak agar tidak nekat mudik pada lebaran Idulfitri 1442 Hijriah/2021. Kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19.

“Covid-19 belum berakhir, masih ada. Bahkan juga varian-variannya seperti varian India sudah masuk, varian Afrika sudah masuk, Inggris sudah masuk, B117 juga sudah ada. Bukan hanya di Indonesia, tapi Jawa Timur juga sudah ada,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Kusnadi, Selasa (11/5/2021).

Ia mengungkapkan, berdasarkan paparan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), varian-varian virus baru itu penularan dan reaksinya lebih cepat dibandingkan Covid-19 yang pertama masuk ke Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik yang salah satunya untuk mencegah penularan varian virus baru itu. Sebenarnya larangan (mudik) itu ditujukan bagaimana supaya kita itu tidak meninggalkan protokok kesehatan,” jelasnya

Berkaca pada pengalaman kasus Covid-19 yang terjadi di India, saat perayaan hari besar keagamaan, kata dia, ribuan warga mengikuti ritual keagamaan di Sungai Gangga tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi setelah selesai perayaan, kasus Covid-19 India justru semakin meningkat. Ini kemudian membawa dampak yang besar sekali bagi India. Nah, apakah kita itu juga akan seperti itu. Inilah yang dijaga oleh pemerintah, jangan kita kemudian sampai mengalami peristiwa yang terjadi seperti di India,” paparnya.

Oleh sebab itu, Kusnadi kembali mengingatkan masyarakat agar dapat menahan diri untuk tidak mudik. Namun demikian, bukan berarti larangan mudik ini tidak memperbolehkan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

“Bersilaturahmi dengan keluarga atau tetangga selama lebaran di sekitar rumah masing-masing masih bisa dilakukan. Kalaupun lebaran pasti ada silaturahmi, ya tetaplah gunakan protokol kesehatan dengan baik, untuk menjaga agar Covid-19 ini tidak menjadi lebih parah lagi,” tegasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button