
INDOPOSCO.ID – Kondisi Terminal Cileweung di Ona Rangkasbitung, Banten yang kurang terawat dan sepi mendapat sorotan dari Sekretaris Wilayah Badak Banten Provinsi Heri Mufti.
Dia mengatakan, pengelola terminal yang terkesan membiarkan kondisi tempat tersebut, sehingga membuat aktivitas lalu lalang angkutan menjadi sepi.
“Jadi, pengelola Terminal Cileweung kayak membiarkan kondisi tempat itu menjadi sepi. Terus petugas Dishub (Dinas Perhubungan) yang ada di lapangan juga tak tegas menindak angkutan umum yang bandel, karena para sopir tak diarahkan untuk masuk,” kata Heri kepada INDOPOSCO.ID, Minggu (24/1/2021).
Dijelaskan dia, seandainya petugas Dishub bisa tegas dan berani menindak agar para sopir untuk masuk ke terminal, mungkin kondisi sepi di tempat itu tidak akan terlihat.
Menurut Heri, pihak pengelola Terminal Cileweung harus benar-benar serius kelola aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
“Dishub harus bisa bersinergi dengan semua pihak, dalam pengelolaan terminal, temasuk bisa menggaet pelaku-pelaku usaha agar tempat tersebut bisa ramai,” jelas Heri.
Padahal, lanjut dia, Terminal Cileweung bisa menjadi tempat untuk transit wisatawan untuk datang ke Negeri di Atas Awan Gunung Luhur yang ada di Citorek.
Menurut Heri, destinasi wisata yang ada di Citorek saat ini, tak dipungkiri sudah menjadi daya tarik bagi masyarakat luar Lebak, bahkan luar negeri.
“Pengelola Terminal harus kreatif dan berani melibatkan pengusaha-pengusaha agar berinvestasi di sana,” tuturnya.
Heri menyebut, dengan kondisi sepi dan tak terawat sudah pasti Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga akan berkurang.
“Terminal dibangun pakai uang rakyat, tapi tak dikelola dengan baik, terkesan mubajir, mungkin pembuatanya tak terkonsep. Saya nggak paham tata kelolanya seperti apa,” terang Heri.
Sementara itu, salah seorang petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak Jeni Saputera mengaku telah berulang kali menyarankan agar para sopir yang akan ke Kota Rangkasbitung atau ke arah Cipanas agar melintas terlebih dulu ke terminal. Namun para sopir tetap membandel.
“Mengarahkan sudah, tapi mereka tetap membandel, mungkin karena kondisi terminal juga sepi, makanya mereka memilih untuk tak masuk ke dalam area terminal,” ujarnya sambil teriak-teriak memanggil angkutan umum yang sedang melintas.
Jeni menjelaskan, pihaknya juga tak memungkiri bahwa kondisi PAD dari terminal yang ada di Cileweung tak maksimal. Ini disebabkan karena penumpang dan angkutan yang sepi.
“Untuk lebih jelasnya, nanti silakan konfirmasi ke pengelola terminal, karena mereka yang lebih paham,” jelasnya.
Sayangnya hingga kini pihak pengelola Terminal Cileweung belum bisa dihubungi INDOPOSCO.ID. (jum)