• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Mengatasi Problem Gizi Masyarakat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:35
in Nasional
agung

Agung SS Raharjo, MPA, Analis Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seringkali luput dari perhatian atau memang banyak diantara kita belum mengetahui bahwa setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Pada tahun 2022 ini diperingati Hari Gizi Nasional ke-62 dengan tema “Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas”. Adapun Slogan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada peringatan kali ini adalah “Gizi Seimbang, Keluarga Sehat, Negara Kuat”.

Merujuk pada tema dan slogan tersebut, sangat jelas tergambar subtansi persoalan kesehatan ditingkat masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Stunting dan obesitas merupakan dua kondisi permasalahan kesehatan yang berkenaan dengan asupan gizi. Kedua permasalahan gizi tersebut tidak semata menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia namun juga telah menjadi perhatian dunia global.

BacaJuga:

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Ketercukupan asupan gizi menjadi indikator penting pembangunan sumber daya manusia yang berkesinambungan. Kesehatan bangsa menjadi pertaruhan serius bagi keberlanjutan pembangunan nasional di masa datang. Generasi yang lemah dan rendah secara kualitas akan menghadirkan persoalan besar bagi bangsa dan negara ini. Dan tentunya ini menjadi catatan tersendiri dari sudut pandang ketahanan pangan dan gizi.

Melihat Fakta

Hasil Survei Studi Status Indonesia (SSGI) pada 2021 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Artinya bahwa jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi untuk kasus stunting di negeri ini masih cukup besar. Angka ini jika disandingkan dengan target angka prevalensi dalam RPJM 2020-2024, sebesar 14 persen, dapat dikatakan masih juah dari yang diharapkan. Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, 1 dari 3 balita di Indonesia menderita stunting di 2021.

Sementara itu terkait dengan permasalahan obesitas ternyata bangsa ini juga menghadapi kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi obesitas pada anak sebesar 8 persen dan pada usia 18 tahun ke atas atau dewasa sebesar 21,8 persen. Angka-angka tersebut jika dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013 mengubah presentase.

Untuk obesitas pada anak mengalami penurunan sebesar 3,8 persen sedangkan pada usia dewasa mengalami peningkatan sebesar 7 persen. Mencermati kondisi tersebut tentunya perlu mendapat perhatian yang serius dan intensif dari pemerintah melalui langkah-langkah intervensi penurunan presentase secara bertahap hingga mencapai target yang diiinginkan.

Intervensi Penyelesaian

Terbukti bahwa permasalahan gizi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan produktivitas pasar kerja. Hal ini sangat logis untuk dijelaskan, saat kasus stunting ini cukup banyak ditemui maka dari sisi pembangunan manusia dan produktivitasnya tidak dapat dioptimalkan guna mendukung proses pembangunan daerah bahkan nasional.

Baca Juga: Cegah Stunting Melalui Revitalisasi KUA

Negara jelas membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sehat secara fisik untuk melanjutkan kerja-kerja pembangunan. Dilihat dari pendekatan faktor ekonomi, keberadaan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Tidak hanya itu, permasalahan stunting juga berkontribusi pada melebarnya kesenjangan ekonomi pada tingkat individu. Pada akhirnya kemiskinan antar-generasi sulit dihindari. Semakin melebarnya gap kesenjangan kemiskinan akan dapat berpengaruh terhadap keseimbangan beragam dimensi kehidupan. Bahkan ini dapat menjadi sebuah lingkaran setan yang tidak berkesudahan. Persoalan kesehatan berkelindan dengan kemiskinan begitu sebaliknya. Saling mempengaruhi satu sama lain dan seolah-olah saling mengikat.

Begitupun dengan persoalan obesitas. Individu yang “tervonis” obesitas terancam dihinggapi berbagai penyakit degeneratif. Kondisi ini tentu tidak semata akan merugikan diri sendiri namun juga pada akhirnya membawa dampak bagi keseluruhan siklus kehidupan yang saling berkaitan. Pembangunan, sekali lagi tidak akan menemui keberhasilannya jika berjalan di atas sumber daya yang tidak sehat dan rendah produktivitasnya.

Stunting dan obesitas harus segera ditangani sedemikian rupa. Setidakanya ada beberapa pendekatan yang perlu dilakukan: pertama, pendekatan spasial. Pemenuhan kebutuhan gizi sesuai dengan standar kebutuhan individu harus terpantau dan terevaluasi dengan baik oleh pemerintah. Intervensi program pemantauan harus disusun sedemikian rupa sehingga memberikan informasi yang memadai terkait dengan upaya pencegahan stunting dan obesitas.

Pemetaan wilayah atau keluarga yang berpotensi rendahnya pemenuhan nutrisi sangat penting dilakukan melalui unit-unit kesehatan yang tersebar dipelosok-pelosok negeri. Begitupun juga pemetaan terhadap kondisi masyarakat yang mulai terjangkit dengan obesitas.

Kedua, pendekatan sosial-kultural. Kantung-kantung kemiskinan perlu mendapat pemantauan yang lebih intens. Selain intervensi kesehatan, menumbuhkan ruang kesadaran akan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi yang ideal harus lebih digencarkan. Kemiskinan cenderung lekat dengan persoalan kesehatan dan pendidikan. Rendahnya tingkat pendidikan tentu akan berpengaruh pada sisi pemahaman mereka terhadap konsep ketercukupan gizi dan kesehatan keluarga.

Oleh karenanya membangun pemahaman dan menumbuhkan mindset yang benar di masyarakat adalah bagian yang tidak kalah penting dan mendesak. Nilai dan gaya hidup akan berubah seiring dengan perubahan mindset tentang kesehatan. Pada aspek ini menumbuhkan kader-kader kesehatan menjadi sangat penting dan dibutuhkan.

Ketiga, pendekatan anggaran. Dalam hal ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) dalam mengurangi angka stunting di desa. Salah satu target Sustainable Development Goal’s (SDG’s Desa) adalah mewujudkan Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan.

Penggunaan DD, berkenaan dengan target SDG’s tersebut, salah satu kegiatan prioritasnya adalah pencegahan stunting di desa. Diantara wujud kegiatan yang dapat dilakukan adalah: konseling gizi, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pembangunan fasilitas air bersih dan sanitasi dan penyediaan makanan sehat sehat dan bergizi untuk ibu hamil, balita dan anak sekolah.

Pemanfaatan DD di dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat tentu akan lebih efektif dan efisien karena dekat dengan objek sasaran. Tentu selain pengupayaan pencegahan stunting, DD dapat dioptimalkan untuk menumbuhkan sistem kesehatan masyarakat yang lebih baik, termasuk penyelesaian permasalahan obesitas.

Hadirnya kualitas kesehatan masyarakat yang semakin membaik menjadi salah satu kunci pembangunan nasional dan daerah yang berkualitas. Semoga pada peringatan yang ke-62 ini, kita jauh semakin menyadari pentingnya kesehatan bagi kualitas kehidupan yang lebih baik.(*)

Penulis adalah Analis Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian

Tags: Agung SS Raharjogizigizi masyarakatHari Gizi NasionalKementanstunting

Berita Terkait.

Kapolri
Nasional

Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Mantan Presiden RI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:46
sufmi
Nasional

Temui Mahasiswa Demo, DPR Klaim MBG Akan Hemat Rp70 Triliun

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:31
kementan
Nasional

Kemarau 2026 di Depan Mata, Kementan Percepat Gerakan Tanam Padi di Sukabumi

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01
dasco
Nasional

DPR Akomodasi Tuntutan Mahasiswa Soal BBM-MBG

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:47
karhutla
Nasional

El Nino Diprediksi Menguat, Pemerintah Serukan Gerak Cepat Cegah Karhutla

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:08
umi
Nasional

Raih Anugerah SMSI 2026, Umi Sjarifah Buktikan Ketangguhan Perempuan Memimpin Media

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:27

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7138 shares
    Share 2855 Tweet 1785
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1070 shares
    Share 428 Tweet 268
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
malarza
Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026: Gol Kilat Galarza Bawa Paraguay Tumbangkan Turki 1-0

Editor Juni Armanto
Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:57

INDOPOSCO.ID - Timnas Paraguay menang tipis 1-0 saat melawan Timnas Turki dalam laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di...

SelengkapnyaDetails
lesu

Keluhkan Performa Socceroos, Pelatih Australia: Kami Lesu, AS Lebih Bertenaga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:42
maroko

Maroko Menang 1-0, Steve Clarke Ngamuk Klaim Penalti Skotlandia Dicuekin Wasit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:41
Prabowo Subianto

Prabowo Beri Lampu Hijau Program PSSI Menuju FIFA ASEAN dan Kualifikasi Piala Dunia 2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:30
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.