Nasional

Cegah Terorisme, Perlu Vaksinasi Ideologi

INDOPOSCO.ID – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengajak semua pihak agar menangkal ancaman radikalisme dan terorisme dengan vaksinasi ideologi.

Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menjelaskan strategi menangkal ancaman radikalisme dan terorisme memerlukan pendekatan yang bersifat” soft power”.

Hal itu, kata dia, mengingat upaya deradikalisasi tidak akan efektif apabila hanya dilakukan secara represif yang hanya bersifat mengobati secara instan, tetapi belum tentu mencabut akar persoalan.

Baca Juga : Mahfud MD: Tak Ada Hubungan MUI dan Terduga Teroris di Bekasi

“Semangat Tri Dharma Kosgoro 1957 yang terdiri atas pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas adalah bagian tidak terpisahkan dari program vaksinasi ideologi Empat Pilar MPR RI untuk membangun imunitas kebangsaan dan jati diri,” kata dia

Gelombang tantangan kebangsaan yang datang silih berganti dalam berbagai dimensi dan fenomena, kata dia, menuntut adanya keteguhan soliditas dan solidaritas kebangsaan.

“Nilai-nilai pengabdian, kerakyatan, dan solidaritas inilah yang akan menghimpun kita dalam satu ikatan komitmen kebangsaan,” kata dia.

Ia mengingatkan hingga saat ini ancaman radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman kebangsaan. Merujuk laporan tahunan tentang Indeks Terorisme Global, tahun 2020 Indonesia berada di peringkat ke-37 atau dalam kategori medium terdampak terorisme.

Baca Juga : Data yang Bocor Dapat Digunakan oleh Pelaku Terorisme

Berdasarkan hasil Survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), tren potensi radikalisme di Indonesia pada 2017 tercatat sebesar 55,2 persen (kategori sedang), untuk 2019 turun menjadi 38,4 persen (kategori rendah), dan 2020 turun kembali menjadi 14 persen (kategori sangat rendah).

“Meskipun tren potensi radikalisme cenderung mengalami penurunan, kita merasa prihatin bahwa dari aspek tingkat kenekatan, manifestasi dari paham radikal justru lebih mengkhawatirkan. Misalnya, ditandai dengan adanya aksi bom bunuh diri yang melibatkan wanita dan anak-anak,” kata Bamsoet.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button