Nasional

Kasus Korupsi Bupati HSU, KPK Periksa 16 Saksi

INDOPOSCO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 16 saksi yang berlatarbelakang kontraktor dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melengkapi berkas perkara dugaan korupsi tersangka Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Abdul Wahid (AW).

“Hari ini (22/11/2021) pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel tahun 2021-2022, untuk tersangka Abdul Wahid (AW),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (22/11/2021).

Ali menjelaskan para saksi yang diperiksa di Polres Hulu Sungai Utara, tersebut yakni Gusti Iskandar (PT. Khuripan Jaya), Erik Priyanto (kontraktor/Direktur PT. Putera Dharma Raya), Khairil (CV Aulia Putra), Kariansyah/Haji Angkar (CV Khuripan Jaya), Akhmad Farhani alias H. Farhan (PT. CPN/PT Surya Sapta Tosantalina), Akhmad Syaiho (karyawan PT. Cahya Purna Nusaraya), Rohana (ASN pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Kabupaten HSU), Wahyuni (swasta) dan Heri Wahyuni (pensiunan ASN/Mantan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten HSU.

Berita Terkait

Selanjutnya, Ratna Dewi Yanti (konsultan pengawas rehabilitasi jaringan irigasi derah irigasi rawa (DIR) Banjang Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang), Muhammad Mathori (Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Amuntai), Rini Irawanty/Jamela(Anggota DPRD Tabalong dari PDIP), Lukman Hakim (swasta), Anshari alias Ahok (swasta), Baihaqi Syazeli (swasta) dan Hidayatul Fitri (swasta).

Sebelumnya KPK telah secara resmi menetapkan tersangka Bupati Hulu Sungai Utara, Kalsel, Abdul Wahid (AW), Kamis (18/11/2021).

Tersangka Abdul Wahid, selaku Bupati Hulu Sungai Utara untuk dua periode (2012- 2017 dan 2017- 2022) pada awal tahun 2019, menunjuk MK (Maliki) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRP (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan) Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Diduga ada penyerahan sejumlah uang oleh Maliki untuk menduduki jabatan tersebut karena sebelumnya telah ada permintaan oleh tersangka Abdul Wahid.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button