Nasional

Optimis Capai Target meski Stunting di Sulbar Masih Tinggi

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dokter Hasto Wardoyo melakukan kunjungan kerja selama dua hari ( 18-19 November) ke Sulawesi Barat (Sulbar). Kunjunga pertama Kamis (18/11) Dokter Hasto hadir di Desa Kalukku Barat, Kabupaten Mamuju untuk menyaksikan penandatanganan MoU lembaga vertikal untuk komitmen bersama implementasi program unggulan terkait stunting, menyematkan Bunda GenRe Mamuju, meluncurkan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), Pelayanan KB MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dan Vaksinasi Covid 19 bagi keluarga.

“Selama saya berkunjung ke beberapa daerah, baru kali ini ditandatangani MoU sekaligus dengan begitu banyak lembaga vertikal di daerah. Dari Kementerian Agama, BPS, BPN, BNN, BIN, Bank Indonesia bahkan Pangkalan Angkatan Laut,” ungkap Kepala BKKBN.

Lebih lanjut Hasto menjabarkan, kalau dari data Survei Status Gizi Indonesia tahun 2019 Provinsi NTT dan Sulbar prevalensi stuntingnya masih diatas 40 persen, tertinggi di Indonesia. Tapi kalau dari laporan yang disampaikan dari tiap Kabupaten di Sulbar tadi, di akhir 2021 angka prevalensi stuntingnya sudah dibawah 30 persen.
Melihat hal tersebut Kepala BKKBN sangat optimis dengan berbagai upaya dan komitmen dari lintas sektor seperti yang dilakukan hari ini, angka prevalensi stunting bisa turun sesuai target.

“Melalui tim pendamping keluarga risiko tinggi stunting, yang didalamnya ada Bidan, kader PKK dan kader KB. Didukung juga melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting Insyallah bisa turun sesuai target 14 persen di tahun 2024,” harapnya penuh optimistis.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button