• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementan Antisipasi Fenomena Alam dengan Inovasi Teknologi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 15 November 2021 - 21:23
in Nasional
Kementan Antisipasi Fenomena Alam

Mentan Syahrul Yasin Limpo TOT virtual didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kanan) Foto: BPPSSMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kondisi alam yang sulit diprediksi, mendorong Kementerian Pertanian RI untuk menyerukan seluruh insan pertanian bertindak antisipatif dengan inovasi teknologi.

“Kita harus waspada dengan kondisi cuaca yang ada, alam memang tidak bisa kita kontrol, namun kita bisa antisipasi dengan inovasi teknologi,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, belum lama ini.

BacaJuga:

Sinergi Lintas Sektor, Kemendukbangga/BKKBN Gelar Mitra OTAFest GENTING 2026 untuk Percepatan Penurunan Stunting

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Pada kegiatan TOT virtual tentang Pengenalan Dampak Perubahan Iklim dan Teknologi Adaptasi dan Mitigasi di Sektor Pertanian, Mentan Syahrul mengajak Widyaiswara, Dosen, Guru, dan Penyuluh Pertanian untuk siap dan mampu menghadapi tantangan climate change, global warming dan fenomena alam lain.

“Kita harus bisa adaptasi dengan kondisi yang ada. Kita maksimalkan kesempatan yang ada, jangan sampai kita kalah. Apa yang bisa kita tanam hari ini, kita tanam hari ini,” katanya.

“Kita harus berpacu dengan kondisi dan situasi yang ada. Maksimalkan beras. Namun, harus ada komoditas lain yang perlu kita perhatikan, karena indonesia itu luas, beras bukan hanya komoditi utama negara ini, ada sagu, jagung, pisang, singkong, talas, sorgum dan sebagainya. Kita maksimalkan sampai dua tahun,” ujarnya.

Menurutnya, FAO pun turut membahas masalah climate change, karena itu, air yang ada harus dipersiapkan dengan baik. Misalnya, menyuntikkan embung supaya siap menghadapi kemarau nanti. Ciptakan varietas yang tahan akan genangan dan tahan akan kekeringan guna meminimalisir risiko gagal panen dan tidak menghambat produktivitas.

“Perbanyak unsur organik dalam tanah, serta pertanian perlu terintegrasi dengan peternakan. minimalisir food lost dan waste food,” tandasnya.

Mentan menambahkan, tantangan pertanian adalah cuaca, hama, bencana alam dan impor. “Kita harus kuat dan siap menghadapi tantangan ini. Ayo kita swasembada, kita pasti bisa berjuang bersama sama mewujudkan swasembada pangan,” pungkasnya

“Saya memiliki keyakinan hasil dari ToT ini menghasilkan 40 juta petani indonesia tersentuh dampak positif dari kegiatan yang kita lakukan hari ini,” katanya.

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

“Untuk mengantisipasi perubahan iklim terutama terganggunya sistem produksi, maka kita harus berupaya mengurangi risiko peningkatan suhu di permukaan bumi ini melalui mitigasi gas rumah kaca di sektor pertanian,” ujar Dedi.

Menurutnya, dampak perubahan iklim akibat peningkatan suhu tidak hanya menyebabkan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair, juga dapat menurunkan produktivitas pertanian.

“Fotosintesis untuk menghasilkan fotosintat sangat dipengaruhi suhu, bila terlalu tinggi, maka respirasi akan lebih dominan dibandingkan anabolisme sehingga hasil fotosintesis semakin berkurang,” jelas Dedi.

Dia mengingatkan bahwa dampak pemanasan global yang mengganggu keseimbangan iklim juga memicu El Nino dan La Nina, yang juga dapat mengganggu produktivitas, sehingga pemanfaatan teknologi sangat penting untuk menghadapi perubahan iklim, seperti memilih varietas yang tahan kekeringan atau tahan rendaman.

“Karena kejadian El Nino akan semakin panjang dan semakin sering. Begitu pula La Nina, baik frekuensi maupun kualitasnya juga akan semakin tinggi,” kata Dedi. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

Sediakan Payung yuk, Hari Ini Sebagian Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan
Nasional

Sinergi Lintas Sektor, Kemendukbangga/BKKBN Gelar Mitra OTAFest GENTING 2026 untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:01
Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Kementerian P2MI Fasilitasi Pemulangan Supiat, Korban TPPO dari Kamboja

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:50
Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi
Nasional

Ekonom Soroti Kebijakan Kuota Internet Hangus, Desak Perlindungan Hak Konsumen Dievaluasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:40
Korban Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank Diberi Edukasi Literasi Keuangan
Nasional

Prabowo Dorong Kampus Jadi Motor Perubahan, Sebut Ilmuwan Penentu Kemajuan Bangsa

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:30
DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan
Nasional

DPR dan Pemerintah Bentuk Satgas Mitigasi PHK, Antisipasi Ancaman 55 Ribu Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:01
Nikah-Massal
Nasional

Rayakan HUT Ke-61, PGN Gelar Nikah Massal untuk Wujudkan Kepastian Hukum bagi Masyarakat

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:41

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1715 shares
    Share 686 Tweet 429
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1684 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1067 shares
    Share 427 Tweet 267
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    925 shares
    Share 370 Tweet 231
Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos
Olahraga

Jadwal Piala Dunia: Prancis-Norwegia Berebut Juara Grup, Belgia Buru Tiket Lolos

Editor Laurens Dami
Jumat, 26 Juni 2026 - 17:03

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menentukan. Pada Sabtu (27/6/2026), rangkaian pertandingan terakhir Grup...

SelengkapnyaDetails
Piala-Dunia

32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Ditantang Jepang, Belanda Jumpa Maroko

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24
Diego-Carlos

Hasil Piala Dunia Grup D: Turki Bungkam AS, Australia Lolos Usai Tahan Paraguay

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:51
Elanga

Graham Potter Bangga dengan Perjuangan Pemain Swedia Hadapi Jepang

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:50
Nagelsman

Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:39
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.