Nasional

Pro-Kontra Kostum Maleficent Yenny Wahid, Ini Tanggapan Alumnus ICAS

INDOPOSCO.ID – Alumnus Islamic College for Advanced Studies (ICAS) Universitas Paramadina Jakarta Muhammad Natsir menanggapi silang pendapat dan perundungan terhadap Yenny Wahid saat berkostum ala Maleficent akibat sempitnya pemaknaan tentang sosok peri dari film Disney itu.

“Kita semua, mari sama-sama belajar untuk melihat dan memaknai sesuatu tidak melulu dari tampak luarnya saja. Yang terlihat tidak selalu esensi yang sebenarnya. Ada pepatah populernya, don’t judge the book by its cover,” jelas Muhammad Natsir berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/11/2021).

Pemahaman, anggapan, dan pemaknaan terhadap wujud Maleficent, lanjut Natsir, dapat dimaknai sebagai pengingat tentang akar moralitas kekal dari wujud ibu, yaitu ketulusan, watak pemurah, dan pengasih tanpa syarat.

Maleficent bukan merupakan wujud kejam karena di dalam film bertajuk serupa pada tahun 2014 itu telah dikisahkan cerita lengkap kehidupannya sebagai tokoh utama.

Maleficent merupakan wujud batari yang lahir dan tumbuh di Negeri Moor. Penampilannya dengan pakaian serba gelap, kapak hitam besar, kulit pucat, serta tulang pipi muncul memanglah sering disalahartikan sebagai wujud yang kejam.

Sementara itu karakter yang sebetulnya, Maleficent merupakan batari berhati lembut. Ia bahkan secara ikhlas menjaga aman dan kedamaian Negeri Moor.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button