Nasional

Golkar Dinilai Sudah ‘Imun’ dengan Kader Korupsi

INDOPOSCO.ID – Badai tindakan korupsi selalu menghantui tubuh partai Golongan Karya (Golkar). Beberapa oknum kader tebaik yang menduduki kekuasaan di eksekutif maupun legislatif, terjerat dengan korupsi.

Seperti yang dialami saat ini, setidaknya ada empat kader yang sudah ditetapkan tersankga lantaran tindakan korupsi. Mereka adalah eks Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, eks Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin, Bupati Musi Banyuasin sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin dan terakhir Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Andi Putra.

Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, Golkar seperti sudah memiliki imun yang kebal terhadap kasus tindakan korupsi yang dilakukan oknum kadernya.

Dari perjalanannya, Golkar sempat digoyang beberapa kali dengan kasus korupsi, namun tidak pernah menjadi partai kecil karena selalu mengantarkan kadernya di papan eksekutif dan legislatif.

“Golkar ini partai yang sudah imun terhadap korupsi. Contoh, ketika 2014 lalu, Golkar diprediksi akan goyang korupsi dan jadi akan jadi partai kecil. Tapi faktanya Golkar menjadi partai papan atas,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Belum lagi guncangan kasus eks Ketua Umum Golkar dan Sekretaris pada tahun 2019 lalu, kedua pucuk piminannya terseret dengan tindakan korupsi. Tetapi kasus-kasus itu seolah tidak berpengaruh pada kontestasi politik.

“2019 lalu, Ketua umum-nya ditangkap (kasus korupsi), dan jangan lupa Sekjen-nya ditangkap, tapi tetap menjadi pemenang di DPR. Artinya mereka sudah imun dengan kasus korupsi,” ucapnya.

Berdasarkan analisanya, ketokohan kader di internal menjadi kunci lepas dari runtuhnya Golkar dari terpaan kasus korupsi. Terlebih, Golkar tidak mengedepankan satu tokoh dalam langkah politiknya.

“Di Golkar tidak mengedepankan tokoh satu kader, ada tokoh lain. Ketokohan itu rata, ini yang bagus dari Golkar. Sehingga satu tokoh korupsi, yang lain bisa menggantikan. Itu yang membuat Golkar tetap eksis, insfratuktur sistem partainya sudah jalan,” terangnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button