5 Juta Ton Sampah di Indonesia Tak Terkelola

INDOPOSCO.ID – Musisi sekaligus aktivis lingkungan hidup Gede Robi mengutip data Badan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), setiap tahun ada 8 juta ton sampah plastik se-Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Dari jumlah itu, 3 juta ton bisa diolah sementara 5 ton tidak terkelola.
“Ada yang dibuang, ditimbun, dibakar, serta 2,6 juta ton dibuang ke aliran sungai,” tutur pentolan grup Navicula itu dalam jumpa pers virtual The Body Shop seperti dikutip Antara, Selasa (14/9/2021).
Robi menambahkan, apabila produksi serta konsumsi plastik saat ini masih terus berlanjut, maka diperkirakan jumlah sampah plastik yang salah kelola di Indonesia akan bertambah 2 kali lipat pada 2025.
Kemudian, Robi menjelaskan kalau penerapan Full Circular Economy merupakan salah satu inisiatif penting yang bisa dilakukan produsen serta industri dalam menjawab tantangan polusi plastik.
“Produsen serta industri harus berinovasi untuk mencapai 100 persen produk plastik yang bisa didaur ulang,” ucap Robi.
Oleh karena itu, The Body Shop meluncurkan program “Bring Back Our Bottles (BBOB) 2.0” yang hadir dengan konsep Full Cilcular Economy serta menyediakan refill station di bawah kampanye #KerenTanpaNyampah.
Executive Chairperson and Owner The Body Shop Indonesia Suzy Hutomo menjelaskan, kampanye #KerenTanpaNyampah diharapkan dapat mengurangi 2 juta sampah botol kemasan.
“Kita semakin menyadari untuk mengambil peran aktif dalam menjadi solusi atas isu polusi plastik. Kita ingin mengedukasi serta melakukan kolaborasi dan langkah-langkah inovatif untuk menanggulangi isu ini dengan menghadirkan refill station serta penyempurnaan program Bring Back Our Bottles 2.0,” nyata Suzy.
Suzy menambahkan, program BBOB yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 itu menjadi pionir untuk program pengembalian bekas kemasan kosmetik di Indonesia. Tidak hanya itu, The Body Shop juga menjadi penggagas pertama konsep refill station.
“Konsumen bisa membeli kemasan botol aluminium yang dapat diisi ulang sehingga penggunaan kemasan plastik sekali pakai dapat terus dikurangi. Konsumen juga bisa memperoleh produk The Body Shop dengan harga yang lebih ekonomis,” tutur Suzy.
Sejauh ini, Suzy menyatakan, The Body Shop telah menerima 9 juta kemasan kosong dari konsumen untuk didaur ulang.
Melalui penyempurnaan program BBOB 2.0 dengan konsep Full Circular Economy, Suzy menyatakan kalau hasil daur ulang akan kembali ke tangan konsumen berupa barang yang bisa digunakan, seperti tempat sabun serta pocket mirror. Bahkan ke depannya, hasil daur ulang akan menjadi furnitur untuk kepentingan misi sosial. (mg2)