Nasional

Kepala BKKBN: Satu Desa Satu Bidan Percepat Penurunan Stunting

INDOPOSCO.ID – Isu stunting di tingkat pusat hingga kabupaten kota sudah cukup mendapat perhatian tinggi. Namun di tingkat desa untuk perubahan perilaku pelayanan kesehatan terkait pencegahan stunting seperti layanan _antenatal care_ (pemeriksaan kehamilan) atau perawatan bayi baru lahir masih belum terasa gaungnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BKKBN Dokter Hasto Wardoyo ketika audiensi dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (01/09).

Dalam kesempatan tersebut Dokter Hasto menyampaikan rencana aksi nasional yang akan dilaksanakan untuk percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga berisiko diantaranya melalui penyediaan data keluarga berisiko stunting; pendampingan keluarga berisiko stunting; pendampingan calon pengantin / calon PUS; _surveilans_ keluarga berisiko stunting dan audit kasus stunting.

“BKKBN ingin menempatkan diri untuk menjadi pendamping keluarga (sebelum hamil/pra nikah, hamil dan masa interval) dengan dukungan dari Penyuluh KB, Kader, PKK kemudian juga kami mengusulkan kepada Bapak Menkes agar Bidan di tiap desa itu harus dan wajib ada. Menurut IBI (Ikatan Bidan Indonesia) masih ada desa yang belum memiliki bidan dalam hal ini adalah bidan pemerintah,” jelas Dokter Hasto.

Menurut Dokter Hasto upaya pencegahan stunting sudah banyak dilakukan melalui intervensi sensitif (sanitasi, air bersih, kemiskinan, pendidikan) dan spesifik (pranikah, hamil, interval). Namun menurutnya bisa mempertajam intervensi spesifik, karena jumlah anggaran yang terbatas terlebih lagi karena pandemi ini.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button