Nasional

Inovasi Teknologi Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

INDOPOSCO.ID – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) terus mendorong inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dengan membuat kebijakan percepatan trasnformasi digital.

“Kebijakan ini sebagai upaya untuk membantu pemulihan ekonomi melalui penerapan teknologi berkesinambungan,” ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro dalam keterangannya, Sabtu (3/4/2021).

Ia mengatakan, perlunya dukungan industri, khususnya industri dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan usaha, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya. Dukungan riset inovasi dan pengembangan tersebut, menurut Bambang, untuk menciptakan produk inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Target kita harapannya bisa mewujudkan masyarakat yang sejahtera melalui penerapan teknologi 4.0,” ungkapnya.

Bambang menegaskan, pengembangan teknologi saat ini menjadi suatu keharusan. Dan itu menjadi bagian untuk mewujudkan ketahanan nasional.

“RnD menjadi langkah penting dalam rangka membangun industri nasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan domestik dan menjaga kedaulatan ekonomi nasional,” terangnya.

Sementara itu, Founder PT Tata Sarana Makmur Sjamsudin Ali menegaskan, pentingnya peningkatan daya saing di dunia usaha. Dengan meningkatkan kompetensi dalam bidang RnD teknologi maju dan investasi human capital.

“Kita perlu mempertahankan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri, agar memilki daya saing global dengan meningkatkan kompetensi,” ujarnya.

Perlu diketahui, di masa pandemi Covid-19 kebutuhan alat digitalisasi menjadi hal pokok dalam kehidupan masyarakat. Seperti pada pembelajaran jarak jauh, yang membutuhkan smartphone dan laptop. Dan selama ini kebutuhan tersebut dipenuhi melalui impor.

Data dari Kemendikbud, masih ada kebutuhan 40,8 persen atau 21,6 juta siswa memerlukan perangkat laptop. Dengan produksi dalam negeri pemerintah bisa menghemat 30 persen biaya import dan dapat digunakan untuk mensubsidi sedikitnya 8,6 juta laptop bagi siswa yang membutuhkan. (nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button