Megapolitan

DKI Janji Carikan Solusi bagi Keluarga yang Diusir dari Rusun Jatinegara

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjanjikan untuk mencari solusi terbaik bagi sekeluarga yang terusir dari Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat akibat salah seorang anggota keluarganya tersangkut masalah kriminal.

“Kita mencari solusi terbaik atas kejadian itu ya karena ada unsur kemanusiaan di dalamnya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Senin.

Menurut Riza, pencarian solusi terbaik ini, karena keluarga yang terdiri dari suami (Amran) dan istrinya, kemudian satu anaknya, dan satu bayi yang merupakan cucu dari Amran tidak tersangkut atas kasus hukum yang menjerat salah satu anak dari Amran dan istrinya itu.

Bahkan, dijelaskan Riza, Amran dan istrinya tersebut kini merawat bayi yang sempat dibuang di bantaran kali oleh ibu kandungnya, dan si ibu kandung ditahan oleh kepolisian.

Baca Juga : Penambahan Kasus Baru Covid-19 di DKI Capai 931 Pasien

“Memang sesuai aturan dan ketentuan, keluarga di situ harus keluar dari situ, namun karena ada unsur kemanusiaan tadi kami mencari solusi yang terbaik. Karena yang bersalah itu kan anak itu sudah dihukum. Apa iya satu keluarga harus menerima hukuman,” ucapnya.

Terlebih, lanjut Riza, warga di sana juga tidak keberatan bahwa kakek dan nenek sang bayi tersebut beserta keluarga lainnya yang tidak bersalah untuk meneruskan tinggal di Rusun tersebut.

“Jadi jangan menghukum semua satu keluarga atas kesalahan satu orang. Prinsipnya kita akan carikan solusi yang terbaik bagi kepentingan semua, bagi anaknya, keluarganya dan masyarakat di situ juga di lingkungan rusun,” ucapnya menambahkan.

Sebelumnya, Amran mengatakan, ia bersama istri, anak, dan cucunya diusir oleh pihak Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan pada 27 Juni 2022.

Dalam dokumen yang bernomor 3915/RR.02.01 tentang pemutusan perjanjian sewa menyewa unit hunian itu, dinyatakan bahwa Amran sekeluarga harus dikeluarkan dan SP (surat perjanjian) mereka pun sudah tidak berlaku lagi di masa waktu yang tidak ditentukan.

Amran mempertanyakan alasan pihak pengelola rusun meminta ia dan keluarganya angkat kaki, padahal sedang mengurus cucunya yang baru lahir.

Amran menduga, ia dan keluarganya diminta keluar karena kasus pembuangan bayi oleh anaknya itu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button