Megapolitan

Bupati Bogor Keluhkan Sulitnya Penuhi Kebutuhan RTH di Kawasan Puncak

INDOPOSCO.ID – Bupati Bogor, Ade Yasin mengeluhkan sulitnya untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang semestinya mencapai angka 55 persen.

“Wilayah Puncak itu terdiri dari Kecamatan Ciawi, Mega Mendung dan Cisarua. Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seharusnya 55 persen, tapi seiring berkembangnya kawasan Puncak, sulit sekali untuk sampai 50 persen,” ungkapnya di Cibinong, Bogor, Rabu (23/2/2022), seperti dikutip Antara.

Menurutnya, fungsi Puncak sebagai konservasi serta resapan air kini berkurang. Hal ini dikarenakan massifnya pembangunan komersil di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu. Tapi, Pemkab Bogor tidak bisa berbuat banyak karena tanah yang digunakan dimiliki oleh Perhutani.

Selain itu, banyak pemilik lahan Hak Guna Usaha (HGU) tidak memanfaatkan lahannya dengan baik. Ade Yasin meminta HGU yang tidur itu diambil alih negara untuk dikembalikan sebagai hutan atau konservasi.

“Jika hutan ya kembalikan jadi hutan sesuai fungsinya. Tidak lagi dieksploitasi untuk hal yang sifatnya komersial,” kata Ade Yasin.

Baca Juga: Program RTLH 2022, Pemkab Bogor Siapkan Rp18 Miliar

Ia menyebutkan, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, paling tidak 20 kecamatan di antaranya merupakan wilayah rawan bencana alam. Terlebih, Kabupaten Bogor berada di kawasan hulu yang seharusnya masuk konservasi, namun juga dipandang sebagai kawasan destinasi wisata.

Kabupaten Bogor pun menjadi hulu bagi dua sungai besar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), yakni Ciliwung dan Cisadane. Terutama kawasan Puncak yang selalu disalahkan jika terjadi banjir di Jakarta.

Dirinya menilai bahwa Provinsi DKI Jakarta adalah salah satu pihak yang sangat berkepentingan dengan Puncak. Pemkab Bogor minta juga DKI Jakarta agar berperan terhadap pelestarian lingkungan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button