Megapolitan

Kota Tangerang Siapkan 15 Ribu Swab PCR untuk Lakukan Tes Acak di Sekolah

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan melakukan tes secara acak di lingkungan sekolah yang saat ini sedang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.

Tes tersebut mulai dari siswa, guru, hingga warga sekolah, dengan menyiapkan 15 ribu swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Ini menjadi langkah strategi surveilans aktif kita, meliputi pelacakan dan testing dengan metode active case finding atau menjemput bola. Dinkes mencoba mendampingi pelaksanaan PTM 100 persen, antisipasi pasca libur Natal dan tahun baru (Nataru) serta hadirnya varian baru Omicron yang secara nasional semakin meningkat,” ujar dr. Dini Anggraeni, Kamis (6/1/2022).

Baca Juga : Ini yang Dilakukan Pemkot Tangerang Cegah Masuknya Omicron

Dini mengungkapkan, pelaksanaan testing atau swab acak di lingkungan PTM akan berlangsung pekan depan, dengan metode yang sama seperti sebelumnya.

“Masing-masing puskesmas akan berkeliling ke sekolah-sekolah PTM, jika ditemukan kasus bisa segera ditindak lanjut. Jika ditemukan semuanya negatif, alhamdulilah yang penting ini menjadi langkah antisipasi sedini mungkin,” katanya.

Ia mengungkapkan alat swab PCR Kota Tangerang dinyatakan tersedia dengan cukup, untuk terus melacak pencarian kasus-kasus baru sedini mungkin.

Baca Juga : Pemkot Tangerang Tidak Temukan Kasus Covid-19 di Lingkungan Sekolah

“Jika ditemukan pelajar, guru atau warga sekolah yang positif, varian Omicron atau apa pun itu, untuk penanganan semua sama saja. Mereka yang positif akan dikarantina, sedangkan yang kontak erat akan diswab hingga diisolasi sementara,” kata Dini.

Ia mengimbau, warga sekolah atau murid untuk tidak takut dengan tindakan ini. Pasalnya, mau tidak mau swab acak akan terus beriringan dengan pelaksanaan PTM terlebih saat ditemui kasus baru atau terjadinya peningkatan kasus.

“Ini dilakukan demi keberlangsungan pelaksanaan PTM, terpenting kesehatan dan pengawasan sedini mungkin pada anak-anak kita. Jangan sampai mereka terpapar, dan saling menularkan hingga membentuk cluster sekolah,” katanya.

Diketahui, penerapan strategi surveilans di dalam ruang lingkup aktivitas belajar mengajar ini juga diterapkan Pemkot Tangerang pada aktivitas publik lainnya. Mulai dari aktivitas pedagangan, wisata, transportasi hingga lingkup kerja Pemkot Tangerang. (dam)

Back to top button