Internasional

Taliban Segera Izinkan Anak Perempuan Kembali Ke Sekolah

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Taliban mengatakan akan segera mengumumkan kabar baik tentang kembalinya anak-anak perempuan ke sekolah, namun menekan masyarakat internasional untuk membiayai proses tersebut karena sebagian besar bantuan eksternal telah dihentikan.

“Insya Allah kami akan memiliki pengumuman yang baik untuk seluruh negeri, seluruh bangsa,” ujar Waheedullah Hashimi, penjabat direktur program dan bantuan eksternal di kementerian pendidikan dalam sebuah wawancara dengan Reuters.

Hashimi mengatakan Taliban berkomitmen untuk mendidik anak perempuan dan sedang mencari cara untuk mengembalikan mereka ke sekolah.

Ia mengatakan tidak ada guru perempuan yang diberhentikan dan itu adalah pesan positif kepada dunia bahwa Taliban sedang melakukan sebuah mekanisme.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Taliban Muncul ke Publik Setelah Diisukan Meninggal

“Kami tidak berupaya menghapus mereka dari sekolah dan universitas kami,” ujar dia.

Namun, Hashimi juga mengatakan bahwa pendidikan, seperti bidang pemerintahan lainnya, telah terpukul keras oleh penghentian dana dukungan asing setelah runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada Agustus.

Ia meminta pemberian bantuan dipulihkan.

“Jika mereka benar-benar ingin melihat anak perempuan di sekolah, mereka harus membantu kami sekarang,” ujar Hashimi.

Sementara pengeluaran pendidikan telah bertambah perlahan di bawah pemerintahan terakhir Afghanistan, sebuah laporan UNESCO mengatakan bantuan eksternal mewakili hampir separuh dari anggaran pendidikan pada tahun 2020.

Tidak hanya masalah pendidikan anak perempuan, Hashimi mengatakan kementerian sedang melakukan kurikulum baru untuk sekolah agar sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, budaya lokal, dan standar internasional.

“Perubahan akan sesuai dengan standar internasional dalam fisika dan kimia dan biologi dan semua mata pelajaran sains ini,” ujar Hashimi, yang menambahkan bahwa belum ada perubahan pada kurikulum hingga saat ini.

Namun, dia memperingatkan bahwa sistem itu akan dibentuk dengan cara yang dapat disetujui oleh para pemimpin dan cendekiawan Taliban, dan tidak didasarkan pada tekanan internasional.

“Kami ingin mendidik, dan kami akan mendidik, perempuan dan laki-laki kami serta anak laki-laki dan perempuan,”ucap Hashimi.

Memastikan hak bagi perempuan dan anak perempuan telah menjadi salah satu masalah paling sensitif yang dialami Taliban sejak mereka merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus.

Badan-badan internasional menuntut bukti bahwa hak-hak tersebut dihormati sebelum diskusi apapun tentang pengakuan formal pemerintah baru Afghanistan.

Pada September, gerakan Islam garis keras itu mendapat kecaman global ketika memperbolehkan anak laki-laki untuk kembali ke sekolah namun menyuruh anak perempuan yang lebih tua untuk tinggal di rumah sampai kondisi memperbolehkan mereka kembali.

Di beberapa wilayah utara, anak perempuan telah meneruskan pendidikan mereka, namun yang lain dituntut untuk belajar secara sembunyi-sembunyi.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Rusia masih berlagak skeptis dan menuntut Taliban mewujudkan janji mereka dalam tindakan.

“Ulama kami sedang mengerjakannya, dan segera insya Allah, kami akan mengumumkannya kepada dunia,” tutur Hashimi.

Larangan efektif untuk pendidikan anak perempuan selain sekolah dasar mengingatkan akan aturan pemerintah Taliban saat berkuasa tahun 1996-2001, ketika sebagian besar perempuan tidak diperbolehkan bekerja dan anak perempuan tidak diizinkan pergi ke sekolah. (mg4)

Sumber: Reuters – Dikutip dari: Antara

Back to top button