Internasional

Pejabat PBB Khawatir dengan Kekerasan Militer di Myanmar

INDOPOSCO.ID – Pejabat PBB pada Jumat (22/10) mengaku khawatir dengan peningkatan kekerasan militer terhadap warga sipil dan penentang kudeta di Myanmar setelah angkatan darat mengintensifkan pengerahan tentaranya ke wilayah utara, Sabtu (23/10).

Pelapor Khusus PBB untuk Myanmar Tom Andrews mengatakan pengerahan puluhan ribu pasukan, senjata berat, dan aset militer lainnya ke wilayah utara dan barat laut mengingatkan taktik serupa oleh militer sebelum serangan genosida terhadap Rohingya di Negara Bagian Rakhine pada 2016-2017.

“Kita semua harus siap, saat rakyat di wilayah Myanmar ini bersiap menghadapi lebih banyak lagi kejahatan massal yang sadis. Saya berharap bahwa saya salah,” katanya kepada Majelis Umum lewat sebuah laporan tentang situasi terkini di Myanmar seperti dikutip dari Antara, Sabtu (23/10/2021).

Andrews mendesak komunitas internasional untuk “menutup pintu” uang, senjata dan legitimasi bagi militer Myanmar. Dia mencatat bahwa sanksi semacam itu berhasil, merujuk pada pembebasan ribuan tahanan politik baru-baru ini.

Andrews kembali menegaskan seruannya kepada Dewan Keamanan agar memberlakukan embargo senjata terhadap junta militer.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button