Internasional

Keluarga Korban Tragedi 11 September Desak Penyelidikan Bukti FBI Yang “Hilang”

INDOPOSCO.ID – Keluarga korban serangan teroris 11 September 2001 meminta badan pengawas pemerintah AS untuk menyelidiki kecurigaan bahwa FBI berbohong atau menghancurkan bukti yang mengaitkan Arab Saudi dengan para pembajak pesawat.

Permintaan dalam surat ke Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Michael Horowitz itu mengatakan “keadaan memungkinkan bahwa satu atau lebih pejabat FBI melakukan pelanggaran secara sengaja dengan maksud untuk menghancurkan atau mengeluarkan bukti demi menghindari pengungkapan.” Demikian dikutip Antara, Jumat (3/9/2021).

FBI (Biro Penyelidikan Federal) menolak mengomentari surat itu.

Berita Terkait

Permintaan itu menjadi yang terbaru dalam 20 tahun– sejak sekelompok teroris menabrakkan pesawat sipil di New York, Washington dan Pennsylvania– untuk mencari bukti, termasuk rekaman telepon dan video sebuah pesta di California yang dihadiri dua orang pembajak pesawat lebih dari setahun sebelum serangan dilakukan.

“Mengingat pentingnya bukti yang hilang dalam penyelidikan 9/11, juga kesalahan penanganan berulang oleh FBI terhadap bukti tersebut, penjelasan yang apa adanya tidak dapat dipercaya,” kata surat tersebut, yang ditandatangani oleh 3.500 orang keluarga korban, tim penyelamat yang datang pertama di lokasi kejadian, dan para penyintas.

Surat itu meminta Horowitz untuk menyelidiki pernyataan FBI yang menanggapi panggilan pengadilan dari keluarga korban bahwa badan tersebut “kehilangan atau tak lagi dapat menemukan bukti kunci tentang individu- individu yang memberikan bantuan substansial di AS kepada para pembajak 9/ 11.”

Arab Saudi telah mengatakan mereka tidak terlibat dalam serangan yang menggunakan pesawat yang dibajak tersebut.

Kedutaan besar Saudi di Washington belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

“Pemerintah kita berbohong tentang bukti yang mereka miliki atau sengaja menghancurkannya, dan saya tidak tahu mana yang lebih buruk,” kata Brett Eagleson, putra korban 11 September Bruce Eagleson, dalam sebuah wawancara.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button