Pasukan Israel Balas Dendam dan Bersumpah akan Ubah Jalur Gaza Jadi Kota Tenda

INDOPOSCO.ID – Pejabat pertanahanan Israel bersumpah akan merobohkan setiap bangunan dan akan mengubah Jalur Gaza menjadi kota tenda. Tidankan tersebut sebagai balas dendam atas serangan teror Hamas pada Sabtu lalu. Saat ini militer Israel membentuk pasukan di perbatasan menjelang invasi yang diperkirakan akan terjadi.
Pada Rabu dini hari, pasukan Israel melancarkan 250 serangan udara hanya dalam satu jam di seluruh bagian utara dan timur Jalur Gaza untuk membuka jalan bagi operasi darat besar-besaran.
Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Jonathan Conricus mengatakan pasukannya mengirim infanteri, tentara lapis baja, korps artileri, ditambah 300.000 tentara cadangan ke dekat Jalur Gaza untuk melaksanakan misi serangan darat.
“Hal ini untuk memastikan bahwa Hamas pada akhir perang ini tidak memiliki kemampuan militer yang dapat mengancam atau membunuh warga sipil Israel,” katanya seperti dikutip Daily Mail, Rabu (11/10/2023).
Sementara itu, pasukan Penjaga Perbatasan terlibat baku tembak dengan teroris Hamas di kota selatan Sderot pagi ini, tiga hari setelah kelompok militan Palestina melancarkan serangan mendadak terhadap negara Yahudi tersebut.
Baku tembak terjadi ketika pasukan Israel melanjutkan operasi pembersihan mereka di bagian selatan negara itu. Serangkaian serangan roket dari Gaza juga menghantam Sderot pada Rabu (11/10/2023) pagi, melukai sedikitnya satu warga sipil dan merusak lima bangunan.
Di tempat lain, pasukan IDF yang didukung oleh helikopter dan drone juga terlibat baku tembak sengit dengan kontingen Hamas lainnya di kota Ashkelon, Israel selatan, pada Selasa malam, beberapa jam setelah wilayah tersebut terkena serangan roket Hamas.
Di Israel, jumlah korban tewas akibat serangan mengejutkan lintas batas yang dilakukan militan Hamas pada hari Sabtu meningkat menjadi 1.200 orang, menjadikannya serangan paling mematikan dalam 75 tahun sejarah negara tersebut. Sementara para pejabat Gaza melaporkan lebih dari 900 orang tewas ketika Israel menggempur wilayah tersebut dengan serangan udara.
Salah satu target utama adalah lingkungan al-Furqan, yang menurut para pejabat pertahanan adalah sarang teror yang digunakan oleh Hamas untuk melancarkan serangan terhadap Israel.
Hamas mengatakan dua pejabat utamanya telah terbunuh, sementara militer Israel mengatakan sekitar 1.500 mayat penyusup Hamas telah ditemukan.
Sebagian besar wilayah Gaza yang padat penduduknya telah hancur menjadi puing-puing, menurut foto-foto yang muncul pada hari Selasa.
Yoav Gallant, Menteri Pertahanan Israel, mengatakan dia telah melepaskan semua pengekangan terhadap pasukannya dalam perjuangan mereka melawan Hamas.
“Hamas menginginkan perubahan dan mereka akan mewujudkannya. Apa yang dulu ada di Gaza tidak akan ada lagi,” katanya, berbicara kepada tentara di dekat pagar Gaza.
“Kami memulai serangan dari udara, nanti kami juga akan datang dari darat. Kami telah mengendalikan area tersebut sejak hari kedua dan kami melakukan serangan. Ini akan semakin intensif,” tandasnya.
Gallant berjanji tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada para teroris.
“Siapa pun yang datang untuk memenggal kepala, membunuh perempuan, para penyintas Holocaust, kami akan melenyapkannya semaksimal mungkin dan tanpa kompromi,” tegasnya.
Israel juga menghadapi serangan dari utara dan barat, dengan roket diluncurkan dari Suriah ke wilayah Israel pada hari Selasa, dan dari Lebanon. Tidak ada yang terluka dalam serangan pada hari Selasa.
Serangan ini terjadi ketika kebiadaban serangan Hamas terhadap Israel menjadi nyata, dengan perilaku yang semakin biadab digambarkan.
Korban tewas di kalangan warga Israel meningkat menjadi 1.200, dengan jumlah yang hilang tidak diketahui, banyak yang diyakini disandera. Dua puluh orang Amerika diyakini termasuk di antara mereka yang hilang, dan 14 orang dipastikan tewas. (dam)