Headline

Psikolog: Korban Tragedi Kanjuruhan Butuh Dukungan Psikologis Awal

INDOPOSCO.ID – ​​​​​Ketua II Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) Ratih Ibrahim menyampaikan bahwa korban dari insiden kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur perlu mendapat pendampingan berupa dukungan psikologis awal (DPA).

“DPA adalah sebuah metode untuk membantu seseorang dalam kondisi distress agar mereka merasa tenang dan didukung guna mengatasi tantangan atau permasalahan mereka dengan lebih baik,” kata Ratih saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/10).

Ratih menjelaskan bahwa korban dari insiden Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam tersebut sangat rentan mengalami trauma, yakni luka psikologis yang dialami seseorang akibat peristiwa atau musibah.

“Semakin mengerikan peristiwanya semakin besar dalam intens traumanya. Yang mengalami tidak hanya yang secara langsung mengalami, mereka yang ada di sana, menonton pun bisa tetap terdampak,” ujarnya.

Bagi korban, yakni orang yang mengalami langsung dan berada di tempat sebuah peristiwa terjadi, lanjutnya, maka potensi trauma yang dimiliki akan amat sangat besar. Bentuk trauma tersebut bisa berupa pengalaman syok yang beragam dengan level kengerian yang berbeda pada setiap orang.

“Ada yang mungkin menjadi histeris, dihantui ketakutan yang intens terhadap stimulus tertentu. Ada yang sampai secara fisik juga terpengaruh semisal jadi lunglai, jantungnya berdebar-debar kencang, berkeringat dingin dan lainnya,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button