Headline

Kasus Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru Unila, KPK Periksa Rektor Untirta Serang

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten Fatah Sulaiman dan sejumlah saksi lainnya terkait kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) dengan tersangka Rektor Unila Karomani (KRM) dan kawan-kawan.

‘Hari ini (30/9/2022) bertempat di Polresta Bandar Lampung, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi,” ungkap Kepala Bagian Pemberitaan sekaligus Juru Bicara Bidang Penegakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri, Jumat (30/9/2022).

Menurut Ali, ada sejumlah saksi lain yang diperiksa yakni Hero Satrian Arief (Kepala Biro Akademik Unila); Nandi Haerudin (Wakil Ketua Peneriamaan Mahasiswa Baru Unila 2022); Arief Sugiono (Wakil Dekan Bagian Umum dan Keuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/FISIP Unila); Ing Hery Dian Septama (Sekretaris Penerimaan Mahasiswa Baru Unila 2022); Karyono (Koordinator Sekretariatan Peneriamaan Mahasiswa Baru Unila 2022) dan Destian (pegawai honorer Unila)

Berita Terkait

Untuk diketahui KPK menetapkan empat orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Sabtu (20/8/2022) terkait suap penerimaan calon mahasiswa baru di Unila tahun 2022.

Keempat tersangka itu adalah Karomani (KRM) Rektor Universitas Lampung periode 2020-2024; Heryandi (HY), Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik Universitas Lampung; Muhammad Basri (MB), Ketua Senat Universitas Lampung; dan Andi Desfiandi (AD) dari pihak swasta.

Dalam konstruksi perkara dijelaskan, pada tahun 2022, Unila sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri, ikut menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Selain SNMPTN, Unila juga membuka jalur khusus yaitu Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) untuk tahun akademik 2022.

KRM yang menjabat sebagai Rektor Unila periode 2020-2024, memiliki wewenang salah satunya terkait mekanisme dilaksanakannya Simanila tersebut.

Selama proses Simanila berjalan, KRM diduga aktif untuk terlibat langsung dalam menentukan kelulusan para peserta Simanila dengan memerintahkan HY selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Budi Sutomo selaku Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat serta melibatkan MB selaku ketua Senat untuk turut serta menyeleksi secara personal terkait kesanggupan orang tua mahasiswa yang apabila ingin dinyatakan lulus maka dapat dibantu dengan menyerahkan sejumlah uang selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan pihak universitas.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button