Masyarakat Adat Dayak Paser Minta IKN Tak Matikan Budaya Kaltim

INDOPOSCO.ID – Masyarakat Adat Dayak Paser Kabupaten Penajam Paser Utara meminta pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara dengan konsep modern tak matikan adat dan budaya di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Khususnya di kawasan IKN Nusantara, adat istiadat dan budaya harus tetap dijaga. Konsep pembangunan IKN agar dipadukan dengan kearifan lokal, serta adat dan budaya yang ada di Kalimantan Timur,” kata Ketua Adat Dayak Paser Kabupaten Penajam Paser Utara Fadliansyah seperti dikutip Antara, Sabtu (23/4/2022).
Pembangunan IKN Nusantara di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, kata dia lagi, agar tetap menonjolkan adat dan budaya Kaltim.
Baca Juga: Kemenpan-RB: 60 Ribu ASN Pindah ke IKN pada 2024
Masyarakat Adat Dayak Paser mendukung apabila pemerintah memasukkan elemen kearifan lokal dalam pembangunan IKN Nusantara, tentunya akan mendapat respons positif dari masyarakat adat.
Sebelum Undang-Undang IKN Nusantara ditetapkan, menurut dia, lembaganya telah menyuarakan agar kearifan lokal melekat dalam pembangunan IKN tersebut. Kearifan lokal dapat dituangkan dalam bentuk fisik, seperti pembangunan kantor lembaga negara maupun fasilitas umum dengan menampilkan corak khas Kaltim.
Kemudian untuk non fisik budaya lokal juga harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat, kata dia, agar adat dan budaya di sasa tak tergerus oleh perkembangan ibu kota negara. Badan Otorita IKN Nusantara harus memperhatikan adat istiadat lokal dengan membangun sarana prasarana sanggar seni budaya dalam melestarikan kebudayaan dan kesenian di wilayah Kaltim.
“Pemangku adat dan budaya juga harus proaktif membuat program yang produktif agar adat istiadat serta budaya lokal tetap lestari,” kata Fadliansyah.
Langkah awal pembangunan IKN telah dilakukan pemerintah pusat dengan membangun bendungan, pengambil air (intake) dan jalan lingkar di Kecamatan Sepaku. (wib)