Headline

Ini Transformasi Ekonomi Indonesia Pasca pandemi

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan transformasi ekonomi Indonesia pascapandemi COVID-19 saat menjadi pembicara pada acara Seri kelima Leaders Talk Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya, Jumat.

“Perekonomian Indonesia tetap bisa tangguh sekalipun diterpa COVID-19. Selain itu, perekonomian masih sejalan dengan realisasi visi Indonesia menjadi negara maju sebelum 2045,” ujarnya.

Menurut dia, beberapa faktor dari ketahanan itu adalah tingginya tingkat vaksinasi dan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkan dinamika geopolitik untuk kepentingannya.

Faktor kedua, ia sematkan dalam konteks dampak perekonomian global dari konflik Rusia dengan Ukraina

“Diprediksikan bahwa rata-rata pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga tahun 2045 adalah 5,8 persen per tahun. Namun, apabila Indonesia dapat menjawab problematika global dengan inovasi yang transformatif, diharapkan Indonesia dapat mencapai PDB rata-rata 7,2 persen per tahun,” ujar Menko Luhut.

Baca Juga: Ini Dampak Perang Rusia-Ukrania Terhadap Ekonomi Indonesia

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo berupaya memperluas lingkup industri melalui hilirisasi.

Hal ini, kata Luhut, berarti menegaskan Indonesia tidak hanya memproduksi bahan mentah, namun juga memproduksi produk olahan dari bahan baku tersebut.

Contohnya, sebut Luhut, industri nikel yang menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar sedunia. Hilirisasi industri ini akan memeratakan sentra perekonomian Indonesia agar tidak Jawasentris.

“Nanti harapannya dapat memiliki industri baterai dari nikel yang kita produksi dan berguna untuk mobil listrik. Penguasaan industri dari hulu hingga hilir nanti akan memperkecil defisit ekspor Indonesia. Ini juga selaras dengan semangat green energy,” kata Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button