Headline

Ketika Gang Sempit di Jakarta Berubah Jadi Kebun Anggur

INDOPOSCO.ID – Menginjakkan kaki di Gang Obor Patma RW 06 Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, seolah tak ada bedanya dengan kondisi permukiman padat penduduk lainnya di Ibu Kota.

Namun jalanan sempit di tiap lorong gang yang hanya muat dilalui satu mobil itu tampil beda karena disulap menjadi kebun anggur yang memiliki nilai ekonomis untuk warga sekitar.

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 06 sebagai pengelola kebun anggur tersebut memanfaatkan rangka baja ringan dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter sebagai pondasi untuk tanaman merambat tersebut.

Total ada sekitar 15 lokasi kebun anggur tersebar di gang-gang RW 06 Kelurahan Munjul. Kehadiran kebun anggur tersebut selain memiliki nilai ekonomis juga membuat lingkungan RW 06 menjadi lebih hijau dan asri.

Ketua RW 06, Iwan mengatakan, kebun anggur yang berada di lorong gang itu sudah ada sejak September 2020 dengan menggunakan dana swadaya masyarakat.

Iwan menjelaskan, dalam penanaman dan pemeliharaan kebun anggur itu juga bekerja sama dengan Komunitas Anggur Jakarta (KAJ).

“Penanaman anggur disini berhasil karena ada kolaborasi dengan Komunitas Anggur Jakarta, kita dipandu, sebelumnya saya pernah coba tanam cuma tidak sesuai SOP dan gagal,” ujar Iwan.

Iwan menjelaskan, setidaknya ada lima varietas anggur asal Ukraina yang dikenal karena kualitasnya ditanam di wilayahnya, yakni angelica, ninel, julian, caroline dan baikonur.

Tak hanya itu, RW 06 Munjul juga menanam anggur varietas Amerika seperti banana, jupiter dan taldun.

“Paling bagus jenis ninel, mudah, semua orang bisa tanam, tahan cuaca apapun,” ujar Iwan.

Pembina Komunitas Anggur Jakarta, Yatno Gondrong mengatakan, menanam anggur memiliki tingkat kesulitan tersendiri dibandingkan dengan tanaman buah lainnya.

Lahan sempit masih dapat dimanfaatkan untuk menanam anggur asal sinar matahari dapat masuk dengan sempurna tanpa terhalang. “Untuk anggur ini 60 sampai 70 persen harus kena sinar matahari. Harus. Bisa juga melalui hidroponik, bisa. Kendalanya mungkin di media tanam. Karena anggur ini beda dengan tanaman lain,” tutur Yatno.

Tanaman anggur memiliki kadar air hingga 70 persen. Hal itu membuat tanaman tersebut tidak perlu rutin disiram karena dapat menyebabkan pembusukan akar. Waktu penyiraman yang ideal untuk tanaman anggur, yaitu dua hari sekali agar media tanamnya tidak terlalu basah. Sementara untuk pemberian pupuk interval waktunya, yaitu setiap dua Minggu sekali.

Sebagai tanaman merambat, anggur butuh media untuk tumbuh. Penggunaan baja ringan bisa menjadi pilihan pondasi seperti apa yang dilakukan oleh PKK RW 06 Kelurahan Munjul.

“Tapi bisa dengan bambu atau lainnya. Kalau baja ringan itu ketahanan cukup lama, kalau bambu sering tambal sulam. Kalau untuk biaya rangka baja ringan 3X6 meter sekitar Rp2,5 juta,” ujar Yatno.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button