Risiko dan Tips Aman Membawa Bayi Saat Ingin Mudik

INDOPOSCO.ID – Mudik Lebaran atau liburan panjang sering kali menjadi momen yang dinantikan keluarga. Namun, bagi orang tua yang memiliki bayi, perjalanan jauh memerlukan perhatian khusus agar si kecil tetap nyaman dan aman. Lantas, kapan bayi boleh diajak bepergian jauh, serta apa saja risiko dan tips yang perlu diperhatikan?
Sebenarnya, tidak ada aturan pasti mengenai usia bayi yang diperbolehkan untuk bepergian jauh. Namun, para ahli menyarankan agar bayi di bawah usia 3 bulan sebaiknya tidak diajak dalam perjalanan panjang, terutama ke tempat umum atau ramai. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah, sehingga lebih rentan terkena infeksi.
Jika perjalanan jauh tidak dapat dihindari, pastikan kondisi kesehatan bayi dalam keadaan prima dan berkonsultasilah dengan dokter sebelum berangkat.
Risiko Membawa Bayi dalam Perjalanan Jauh
Dilansir dari Siloam Hospitals, sebelum memutuskan untuk bepergian, orang tua harus memahami berbagai risiko yang dapat terjadi selama perjalanan, beberapa di antaranya meliputi:
1. Masalah Saluran Pernapasan
Perubahan suhu, polusi udara, atau paparan debu di perjalanan dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan.
2. Diare
Perubahan pola makan, kualitas air, atau kebersihan makanan yang tidak terjaga dapat memicu gangguan pencernaan pada bayi.
3. Masalah Kulit
Alergi, ruam popok, infeksi kulit, atau gigitan serangga bisa terjadi akibat perubahan lingkungan dan kurangnya perlindungan kulit bayi.
4. Penyakit Sistemik
Beberapa penyakit seperti demam berdarah atau malaria bisa menjadi risiko jika perjalanan dilakukan ke daerah endemik.
Dengan mengetahui risiko-risiko ini, orang tua bisa melakukan langkah pencegahan agar perjalanan tetap nyaman dan aman bagi bayi.
Tips Aman Mudik dan Bepergian dengan Bayi
Jika sudah memastikan bahwa bayi siap untuk perjalanan jauh, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar perjalanan lebih nyaman:
1. Siapkan Makanan dan Susu Bayi
Pastikan Anda membawa cukup makanan, camilan, dan susu (baik ASI maupun susu formula). Jangan lupa perlengkapan tambahan seperti pompa ASI, termos air panas, dan botol susu. Jika bayi sudah mengonsumsi MPASI, siapkan makanan yang praktis, seperti MPASI instan atau biskuit bayi.
2. Bawa Obat-obatan yang Dibutuhkan
Siapkan obat-obatan dasar seperti pereda demam, plester, balsam khusus bayi, losion antinyamuk, serta obat rutin jika bayi memiliki riwayat penyakit tertentu.
3. Lengkapi Perlengkapan Bayi
Jangan lupa membawa pakaian yang cukup, popok, perlengkapan mandi, alat makan, stroller, gendongan, dan perlengkapan tidur bayi.
4. Bawa Mainan Favorit Bayi
Perjalanan panjang bisa membuat bayi rewel. Untuk mengatasinya, bawa mainan kesukaan, buku, atau boneka favoritnya agar tetap terhibur.
5. Pastikan Bayi dalam Kondisi Sehat
Sebelum berangkat, pastikan bayi dalam kondisi sehat, cukup tidur, dan tidak mengalami masalah kesehatan. Imunisasi yang lengkap juga sangat disarankan agar bayi lebih terlindungi dari risiko penyakit.
6. Pilih Moda Transportasi yang Aman
– Hindari perjalanan dengan sepeda motor karena bayi lebih rentan terhadap polusi dan guncangan.
– Mobil pribadi lebih direkomendasikan untuk mengurangi paparan penyakit dari orang lain.
-Kereta atau bus bisa menjadi pilihan, tetapi perhatikan kebersihan dan pastikan bayi tidak terlalu sering terpapar udara luar.
-Pesawat terbang memerlukan persiapan khusus, seperti memilih jadwal yang sesuai dengan waktu tidur bayi dan menyusui bayi saat lepas landas serta mendarat untuk mengurangi tekanan di telinga.
Jika menggunakan mobil, pastikan bayi duduk di car seat untuk menghindari cedera saat perjalanan. Sementara itu, bagi yang bepergian dengan pesawat atau kereta, sebaiknya tiba lebih awal di bandara atau stasiun agar tidak terburu-buru.
Membawa bayi dalam perjalanan jauh memang memerlukan persiapan ekstra. Orang tua harus mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, serta risiko yang mungkin terjadi. Dengan persiapan yang matang, perjalanan jauh bisa tetap nyaman dan menyenangkan, baik bagi bayi maupun orang tua.
Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum bepergian agar mendapatkan saran terbaik sesuai dengan kondisi bayi Anda. Selamat mudik dan semoga perjalanan Anda bersama si kecil menyenangkan. (her)