Gaya Hidup

Ubah Gaya Hidup untuk Rumah Pertama

Oleh : Ristyan Mega Putra, S.Sos, M.Si*)

INDOPOSCO.ID – Setiap orang memiliki pilihan gaya hidupnya masing-masing. Ada yang memilih gaya hidup sederhana maupun ada yang rela menghamburkan uang yang dimiliki untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.

Bagi generasi muda atau milenial, gaya hidup bisa dikatakan menjadi bagian penting dalam berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Dana yang diberikan oleh orang tua terkadang digunakan untuk membeli barang-barang kebutuhan sekunder yang kadang tidak terlalu dibutuhkan.

Hal itu dilakukan untuk menjaga “gengsi” agar tidak dikatakan tidak bisa bergaul. Waktu yang ada pun kadang digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Padahal ke depan mereka akan dihadapkan pada waktu yang terus berputar dan berdampak pada masa depan.

Salah satu hal yang harus disiapkan oleh generasi muda saat mereka menapaki usianya nanti adalah papan atau rumah. Kebutuhan akan papan atau rumah memang terbilang tidak terlalu diprioritaskan jika dibandingkan dengan sandang dan pangan.

Padahal rumah merupakan salah satu hal penting yang mau tidak mau harus dipenuhi dan dimiliki oleh setiap orang. Rumah yang ada saat ini harganya juga terus meningkat setiap tahun dan jumlahnya juga semakin terbatas karena kebutuhan manusia yang semakin meningkat.

Generasi muda saat ini cenderung memilih gaya hidup serta gengsi ketimbang harus menabung untuk memiliki rumah. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah karena di masa depan kebutuhan kekurangan atau backlog perumahan akan semakin tinggi karena banyak yang belum memiliki rumah.

Berdasarkan data dari laman Badan Pusat Statistik (BPS) yakni https://www.bps.go.id/indicator/6/715/1/jumlah-penduduk-usia-15-tahun-ke-atas-menurut-golongan-umur.html diketahui bahwa jumlah usia produktif di Indonesia per Agustus 2022 di Indonesia cukup tinggi. jumlahnya cukup banyak.

BPS menyatakan generasi muda golongan umur 25 – 29 tahun jumlahnya sekitar 22,43 juta, 30 – 34 tahun berjumlah 22,03 juta, usia 35 – 39 tahun 21,18 juta dan 40 – 44 tahun sebanyak 20,23 juta. Angka tersebut tentunya akan semakin meningkat dan saat mereka beranjak dewasa dan berkeluarga akan menambah jumlah kebutuhan hunian di masyarakat Indonesia.

Pemerintah tentunya tidak tinggal diam dan telah memiliki berbagai program dan strategi agar generasi muda mau berpikir bahwa rumah pertamanya lebih penting ketimbang gaya hidup. Tak dipungkiri bahwa saat ini banyak generasi muda yang telah memiliki penghasilan cukup besar. Hal itu tentunya tak lepas dari usahanya serta kerja kerasnya dalam memanfaatkan berbagai peluang di masa muda.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button